Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram
Minggu,13 September 2026 | 09:50 WIB
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Search
Close
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Home Headline

Agus Samsul Kritik Pemkot Sukabumi Soal BPJS: Jangan Bebankan Kekurangan Anggaran kepada Masyarakat

Redaksi by Redaksi
September 12, 2026
in Headline
0 0
0
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangs(PKB) DPRD Kota Sukabumi, Agus Samsul

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangs(PKB) DPRD Kota Sukabumi, Agus Samsul

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

 

KATASUKABUMI. Com– Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Sukabumi, Agus Samsul, mengkritik langkah Pemerintah Kota Sukabumi yang melakukan penyesuaian pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan berdasarkan kelompok desil masyarakat.

Agus menilai persoalan kekurangan anggaran untuk BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pemda seharusnya tidak serta-merta diselesaikan dengan mengalihkan beban pembayaran kepada masyarakat, terutama warga yang membutuhkan jaminan kesehatan.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Sukabumi tersebut mengatakan, sebagai anggota Banggar, dirinya belum membahas secara mendalam persoalan kekurangan anggaran tersebut. Namun, pemerintah daerah dinilai sudah mengambil langkah terkait perubahan pembiayaan kepesertaan BPJS.

“Kami sebagai anggota Badan Anggaran belum membahas lebih dalam program UHC, tapi sudah diberhentikan. Pemerintah baru menyampaikan kendala-kendala dari kekurangan anggaran ke Badan Anggaran DPRD,” ujar Agus kepada katasukabumi.Com, (11/09/2026)

Menurutnya, pemerintah seharusnya terlebih dahulu duduk bersama DPRD untuk mencari solusi atas persoalan anggaran. Jangan sampai keterbatasan anggaran pemerintah justru berdampak pada masyarakat dengan membuat mereka kehilangan jaminan kesehatan atau harus membayar iuran secara mandiri.

“Seharusnya Pemkot jangan langsung memberhentikan. Kita kan masih bisa mencari solusi kekurangan anggaran untuk BPJS PBI Pemda ini,” tegasnya.

Agus menyoroti kondisi tersebut karena dalam paparan Pemkot Sukabumi, kebutuhan anggaran ideal JKN PBIU dan BP Pemda tahun 2026 mencapai sekitar Rp40,05 miliar, sedangkan ketersediaan pagu murni hanya sekitar Rp21,24 miliar. Terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp18,82 miliar.

Bagi Agus, angka kekurangan tersebut seharusnya menjadi persoalan yang dibahas dan dicarikan jalan keluar oleh pemerintah bersama DPRD, bukan kemudian masyarakat yang terdampak.

Terlebih, Pemkot Sukabumi telah menyampaikan bahwa warga desil 1–5 tetap mendapatkan penanggungan iuran BPJS secara bertahap, sementara kelompok desil 6–10 diarahkan untuk membayar iuran BPJS secara mandiri.

Agus mengingatkan agar kebijakan berbasis data kesejahteraan tersebut tetap memperhatikan kondisi riil masyarakat. Sebab, tidak semua warga yang masuk kategori tertentu secara otomatis berada dalam kondisi ekonomi yang mampu membayar iuran kesehatan secara mandiri.

“Jangan sampai karena persoalan anggaran pemerintah, masyarakat yang akhirnya dikorbankan. Pemerintah dan DPRD masih punya ruang untuk mencari solusi,” kata Agus.

Ia berharap Pemkot Sukabumi tidak terburu-buru menerapkan kebijakan yang berpotensi membebani masyarakat. Menurutnya, akses terhadap pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi perhatian pemerintah.

Agus pun mendorong agar persoalan pembiayaan BPJS PBI Pemda kembali dibahas secara serius di DPRD, sehingga ditemukan solusi anggaran yang tetap menjaga kepentingan masyarakat.

“Kita masih bisa mencari solusi kekurangan anggaran untuk BPJS PBI Pemda ini. Jangan langsung diberhentikan,” pungkasnya.(R)

Tags: Agus SamsulAnggota DPRD Kota SukabumiBPJS KesehatanPartai Kebangkitan Bangsapemkot sukabumiUHC 2026
Previous Post

Iyus Yusuf: Penguatan Kelurahan Jangan Berhenti di Bimtek

Next Post

Iyus Yusuf Kritik Pemkot Sukabumi Soal BPJS: Jangan Buat Kebijakan Sepihak, DPRD Harus Dilibatkan

Next Post
Anggota Komisi I DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Iyus Yusuf

Iyus Yusuf Kritik Pemkot Sukabumi Soal BPJS: Jangan Buat Kebijakan Sepihak, DPRD Harus Dilibatkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Iyus Yusuf Kritik Pemkot Sukabumi Soal BPJS: Jangan Buat Kebijakan Sepihak, DPRD Harus Dilibatkan
  • Agus Samsul Kritik Pemkot Sukabumi Soal BPJS: Jangan Bebankan Kekurangan Anggaran kepada Masyarakat
  • Iyus Yusuf: Penguatan Kelurahan Jangan Berhenti di Bimtek
  • Tangani AIDS, TBC, dan Malaria, Dinkes Kota Sukabumi Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
  • HUT ke-106, RSUD R Syamsudin SH Beri Diskon Layanan Terapi Regeneratif

Recent Comments

  1. Sgma mengenai Peringati Harlah Pancasila, Gusdurian Sukabumi Upacara di Pinggir Sungai
  2. Jis-Hoe-Enk mengenai 6 Orang jadi Tersangka, Tambang Emas Ilegal di Lahan Perhutani Capai Omset Rp 500 Juta per Minggu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

Ikuti Sosial Media Kami

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Add New Playlist

  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

ALAMAT/NARAHUBUNG

Jl Cemerlang Sukakarya Warudoyong Kota Sukabumi Jawa Barat

Email/Web

katasukabumi@gmail.com

redaksikatasukabumi@gmail.com

Telp/HP:  +62 857-2084-1344

IKUTI MEDSOS KAMI

Facebook Twitter Tiktok Youtube Instagram