KATASUKABUMI.com – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menekankan pentingnya aksi nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, khususnya untuk menjawab berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Hal itu disampaikan Ayep saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kota Sukabumi yang digelar di Plaza Balai Kota Sukabumi, Kamis (1/10).
Upacara tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, perangkat daerah, BLUD dan BUMD, camat dan lurah, instansi vertikal, organisasi keagamaan, organisasi wanita, serta masyarakat.
Dalam amanatnya, Ayep mengatakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk mengenang peristiwa 1 Oktober 1965 sekaligus memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Implementasinya harus terlihat dalam berbagai kebijakan dan tindakan nyata, terutama dalam menghadirkan keadilan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ayep menilai Kota Sukabumi membutuhkan lebih banyak aparatur dan pihak-pihak yang mampu menjadi eksekutor, yakni menerjemahkan gagasan dan pemikiran menjadi program yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Berbagai persoalan seperti kemiskinan, pendidikan, dan pengangguran, kata dia, tidak cukup hanya dibahas melalui gagasan maupun analisis. Persoalan tersebut membutuhkan langkah konkret, terukur, dan berkelanjutan.
“Kita sudah terlalu banyak dengan gagasan dan pemikiran. Yang penting sekarang adalah eksekusi, implementasi, implementasi,” tegas Ayep.
Ia juga menyoroti masih adanya persoalan di bidang pendidikan yang menunjukkan bahwa nilai keadilan sosial belum sepenuhnya terwujud.
Menurut Ayep, masih terdapat warga yang belum menyelesaikan pendidikan dasar maupun belum memiliki ijazah. Di sisi lain, jumlah masyarakat yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi juga dinilai masih perlu ditingkatkan.
Karena itu, momentum Hari Kesaktian Pancasila diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dan menghadirkan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ayep menegaskan, keberhasilan mengatasi persoalan pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran merupakan bagian penting dari upaya menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari.
“Selesaikan pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran. Kalau itu sudah kita lakukan, baru kita bisa mengatakan bahwa Pancasila benar-benar sakti,” pungkasnya. (Baim)
