KATASUKABUMI.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi bersama Dinkes Kabupaten Sukabumi memperkuat koordinasi penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui rapat koordinasi lintas batas wilayah yang digelar di Hotel Balcony, Jumat (6/11).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan TBC di kedua wilayah, terutama karena tingginya mobilitas penduduk antara Kota dan Kabupaten Sukabumi yang berpotensi memengaruhi upaya pencegahan serta pengendalian penularan penyakit tersebut.
Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ida Halimah, menegaskan bahwa penanggulangan TBC membutuhkan sinergi antarpemerintah daerah, khususnya dalam pertukaran data dan pemantauan keberlanjutan pengobatan pasien.
Menurutnya, mobilitas masyarakat yang tinggi membuat penanganan TBC tidak bisa dilakukan secara terpisah berdasarkan batas administratif wilayah.
“Banyak warga yang tinggal di Kabupaten Sukabumi, tetapi beraktivitas di Kota Sukabumi, dan begitu pula sebaliknya. Jika penanganan tidak terpadu, upaya yang dilakukan belum akan optimal. Sinergi ini sangat kita butuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, berharap koordinasi antara pemerintah kota dan kabupaten dapat meningkatkan penemuan kasus TBC sekaligus menekan angka penularan.
“Dengan adanya langkah terpadu ini, diharapkan angka penemuan kasus TBC meningkat, tidak ada pasien yang terputus pengobatannya, dan angka penularan di kedua wilayah dapat menurun secara signifikan,” katanya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, kedua instansi menyepakati sejumlah rencana tindak lanjut. Di antaranya memperkuat komunikasi dan koordinasi, melakukan pertukaran data serta informasi terkait persoalan kesehatan lintas wilayah, dan meningkatkan surveilans serta kewaspadaan dini terhadap penyakit menular maupun potensi kejadian luar biasa (KLB).
Selain itu, disepakati pula sinkronisasi program dan kegiatan kesehatan antardaerah, penguatan sistem rujukan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat lintas batas wilayah, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala.
Melalui koordinasi tersebut, penanganan TBC di Kota dan Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat berjalan lebih terintegrasi, sehingga pasien tetap mendapatkan pengobatan secara berkelanjutan dan upaya pengendalian penularan dapat dilakukan secara lebih optimal. (Boy)

