KATASUKABUMI.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 102 aparatur sipil negara (ASN) di Gedung Juang ’45, Senin (6/7).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus memperkuat kapasitas birokrasi agar mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Sukabumi.
Sebanyak 102 ASN yang dilantik terdiri atas sembilan pejabat administrator (eselon III), 31 pejabat pengawas (eselon IV), 20 pejabat fungsional, serta 42 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Dalam sambutannya, Ayep Zaki menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar rotasi dan pengisian jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Setiap aparatur harus mampu bekerja secara profesional, cepat, adaptif, dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Ayep, penataan organisasi dilakukan untuk memperkuat efektivitas birokrasi sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah.
Ia juga menyoroti kondisi fiskal Kota Sukabumi yang masih menghadapi tantangan karena komposisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih didominasi belanja pegawai. Kondisi tersebut, kata dia, harus diimbangi dengan strategi penguatan ruang fiskal agar pembangunan dapat berjalan lebih optimal.
Untuk itu, Pemkot Sukabumi menyiapkan dua langkah utama, yakni melakukan penataan jumlah aparatur secara bertahap sesuai kebutuhan organisasi dan terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber pembiayaan pembangunan.
Ayep menyebut peningkatan PAD mulai memberikan dampak positif terhadap percepatan pembangunan di berbagai sektor. Sejumlah proyek strategis yang telah direalisasikan antara lain pembangunan tugu perbatasan, Gedung Dekranasda, Jembatan Kopeng, perbaikan Jalan Gudang dan Jalan Prana, serta pembangunan Kantor Kecamatan Gunung Puyuh guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Selain aspek tata kelola keuangan, Wali Kota juga mendorong transformasi budaya kerja birokrasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Seluruh pejabat dan ASN yang baru dilantik diminta memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif.
Menurutnya, media sosial kini bukan sekadar wadah berbagi informasi, tetapi telah menjadi instrumen penting dalam membangun transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Melalui penyampaian informasi mengenai program, capaian kinerja, dan layanan publik secara terbuka, cepat, dan mudah diakses, Pemkot Sukabumi berharap mampu menghadirkan birokrasi yang semakin responsif terhadap perkembangan era digital.
Ayep menegaskan, keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari terlaksananya program pembangunan, tetapi juga dari kemampuan aparatur menghadirkan pelayanan publik yang terbuka, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. (Boy)

