KATASUKABUMi.com – Anak-anak tidak hanya membutuhkan ruang untuk tumbuh, tetapi juga ruang untuk dilindungi. Di tengah dunia digital yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, perhatian terhadap tumbuh kembang dan keselamatan anak menjadi tanggung jawab bersama.
Semangat tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional yang digelar Yayasan Pendidikan Islam Al-Amien (YPI Al-Amien) Kota Sukabumi di lingkungan SDIT Al-Amien, Jalan Sarasa Loasari, RT 00/001, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri istri Wali Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, Ketua Bidang Pokja 1 TP PKK Kota Sukabumi,Rina Hestiana, Ketua Pokja 1 Yanti Lestari Pujiastuti, jajaran Dinas Kesehatan, Puskesmas Cibeureum, Puskesmas Limusnunggal, Camat Cibeureum, serta seluruh wali murid dan siswa-siswi SDIT Al-Amien.
Ketua Pelaksana kegiatan, Siti Nuraeni, yang juga sering dipanggil akrab Nura, sekaligus merupakan guru kelas 6 SDIT Al-Amien, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tersebut dirancang sebagai momentum untuk memberikan edukasi, pelayanan kesehatan, penghargaan, serta ruang ekspresi bagi anak-anak.
Menurutnya, anak-anak saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. Karena itu, pendampingan orang tua dan lingkungan pendidikan menjadi hal penting agar penggunaan gadget tidak memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak.
“Peringatan Hari Anak Nasional ini menjadi momentum untuk mengingatkan kita semua bahwa anak-anak membutuhkan perhatian, pendampingan dan perlindungan. Terlebih di era digital seperti sekarang, penggunaan gadget harus mendapatkan pengawasan dari orang tua dan lingkungan sekitar,” ujar Nura kepada katasukabumi.com.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian materi oleh Wali Kota Sukabumi dengan tema “Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Risiko Kekerasan Seksual terhadap Anak.”
Materi tersebut menjadi perhatian penting bagi para orang tua dan peserta didik, mengingat penggunaan gadget dan akses terhadap dunia digital yang semakin tidak terpisahkan dari kehidupan anak-anak.
Selain edukasi, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Cibeureum dan Puskesmas Limusnunggal.
“Dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis, kami berharap kesehatan anak-anak juga menjadi perhatian bersama. Pendidikan dan kesehatan merupakan dua hal yang sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak,” kata Nura.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan dhuafa. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian serta upaya menanamkan nilai-nilai sosial dan kepedulian kepada sesama sejak usia dini.
Selain itu, siswa-siswi berprestasi juga mendapatkan cenderamata sebagai bentuk apresiasi atas capaian dan kerja keras mereka.
Kemeriahan kegiatan semakin terasa dengan penampilan tim marawis, penampilan anak-anak Takhosus yang menjadi salah satu program unggulan SDIT Al-Amien, serta penampilan siswa-siswi kelas 4, 5 dan 6 melalui pembacaan Nadzom Safinah.
Nura menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Wali Kota Sukabumi yang telah berkenan hadir dan memberikan edukasi kepada anak-anak serta para orang tua. Kehadiran beliau tentu menjadi kehormatan dan motivasi bagi kami semua,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Bidang Pokja 1 TP PKK Kota Sukabumi, Ketua Pokja 1, Dinas Kesehatan, Puskesmas Cibeureum, Puskesmas Limusnunggal, Camat Cibeureum, para wali murid, guru, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tanpa dukungan dan kolaborasi semua pihak, kegiatan ini tentu tidak akan berjalan dengan baik,” tambah Nura.
Nura berharap, peringatan Hari Anak Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus membangun lingkungan yang aman, sehat dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Anak-anak adalah generasi yang akan melanjutkan masa depan. Karena itu, tugas kita bukan hanya mendidik mereka secara akademik, tetapi juga memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, berkarakter dan mendapatkan perlindungan,” tuturnya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk terus membangun komunikasi dengan anak-anak dan melakukan pendampingan terhadap aktivitas mereka, termasuk dalam penggunaan gadget.
“Orang tua, guru dan lingkungan harus berjalan bersama. Anak-anak membutuhkan pendampingan, bukan hanya larangan. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa membantu mereka memahami mana yang baik dan mana yang harus dihindari,” pungkas Nura.
Peringatan Hari Anak Nasional di YPI Al-Amien Kota Sukabumi tersebut pun menjadi ruang perjumpaan antara pendidikan, kesehatan, perlindungan anak dan kepedulian sosial.
Sebab anak-anak tidak cukup hanya dipersiapkan untuk menjadi pintar. Mereka juga harus dijaga agar tumbuh dengan sehat, aman, berkarakter dan memiliki ruang untuk mengembangkan potensi terbaiknya. (R)
