KATASUKABUMI.Com— Suporter biasanya identik dengan sorak-sorai, warna kebanggaan, dan nyanyian yang tak kunjung habis di tribun. Tapi di Cijambe Wetan, Jumat (4/9/2026), cerita tentang suporter ditulis dengan cara yang sedikit berbeda, berbagi makanan dan takjil kepada masyarakat.
JAKMANIA Sukabumi Bersatu (JSB), Lingkar Selatan Boys (LSB), dan Cisaat Crew bersama-sama menggelar program Jumat Berkah di wilayah RT 17 RW 08, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Tidak ada pertandingan yang harus dimenangkan sore itu. Tidak ada lawan yang mesti dikalahkan. Yang ada hanya makanan untuk dibagikan, tangan-tangan yang saling membantu, dan keinginan sederhana untuk membuat hari orang lain sedikit lebih menyenangkan.
Sekretaris Umum JAKMANIA Sukabumi Bersatu, Hamdan Maulana Hamid, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat persaudaraan antarkelompok suporter.
“Jumat Berkah ini merupakan kegiatan yang kami jalankan bersama tiga pengurus, yaitu JAKMANIA Sukabumi Bersatu, Lingkar Selatan Boys, dan Cisaat Crew. Kami ingin membangun semangat bahwa suporter juga memiliki kepedulian sosial dan mampu memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang persaudaraan dan berbagi.”kata Hamdan saat dihubungi katasukabumi.com.
Bagi Hamdan, menjadi suporter tidak semestinya berhenti ketika pertandingan selesai. Sebab, kecintaan terhadap klub boleh berawal dari tribun, tetapi kepedulian terhadap sesama seharusnya tidak mengenal tribun.
Ketua Lingkar Selatan Boys, Saepul Aziz, mengatakan kebersamaan menjadi modal penting untuk menjalankan kegiatan sosial.
“Kami dari LSB sangat mendukung kegiatan Jumat Berkah ini. Ketika tiga kelompok bisa duduk bersama dan bergerak untuk kegiatan sosial, tentu ini menjadi hal positif. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga dan kegiatan berbagi bisa dilakukan secara berkelanjutan.” ungkap saepul.
Sementara itu, Pengurus Cisaat Crew, Chairul Umam, menyebut kegiatan tersebut mungkin sederhana. Namun, kesederhanaan bukan berarti kehilangan makna.
“Cisaat Crew bersama JSB dan LSB ingin terus membangun kegiatan yang memberikan manfaat. Jumat Berkah ini mungkin sederhana, tetapi memiliki nilai kebersamaan yang besar. Kami berharap ke depan semakin banyak kegiatan sosial yang dapat kami lakukan bersama masyarakat.”harap chairul
Dari Cijambe Wetan, ketiga kelompok suporter itu seperti hendak mengingatkan satu hal: bahwa persaudaraan tidak selalu membutuhkan panggung besar.
Kadang cukup dengan duduk bersama, menyiapkan makanan, lalu membagikannya kepada orang lain.
Sebab pada akhirnya, suporter bukan hanya tentang siapa yang paling keras bernyanyi di tribun. Ada saatnya suara itu diturunkan, tangan diulurkan, dan kebanggaan diterjemahkan menjadi sesuatu yang lebih berguna bagi sesama.
JSB, LSB, dan Cisaat Crew berharap Jumat Berkah dapat menjadi kegiatan berkelanjutan sekaligus bagian dari kontribusi komunitas suporter bagi masyarakat Sukabumi.
Dari tribun untuk persaudaraan. Dari kecintaan pada sepak bola, tumbuh kepedulian kepada sesama.

