KATASUKABUMI.com – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk mempercepat optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai fondasi utama pembiayaan pembangunan Kota Sukabumi.
Upaya tersebut ditargetkan dapat dituntaskan dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan guna memperkuat kapasitas fiskal daerah secara berkelanjutan.
Arahan tersebut dia sampaikan saat memimpin Rapat Pimpinan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi yang berlangsung di Oproom Sekretariat Daerah, Rabu (5/8).
Rapat dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi, para asisten daerah, staf ahli wali kota, kepala dan sekretaris perangkat daerah, camat, serta lurah.
Dalam rapat tersebut, Pemkot Sukabumi membahas strategi optimalisasi PAD sekaligus mengevaluasi pertumbuhan pendapatan setiap perangkat daerah berdasarkan capaian year on year (YoY).
Ayep Zaki menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Kota Sukabumi sangat bergantung pada kemampuan pemerintah meningkatkan kemandirian fiskal melalui optimalisasi PAD.
Menurutnya, fondasi keuangan daerah yang kuat akan menjadi modal penting bagi keberlanjutan pembangunan sekaligus warisan bagi pemerintahan berikutnya.
“Pembangunan ini waktunya tidak lama, lima sampai sepuluh tahun harus selesai. Seluruh pemanfaatan PAD harus selesai. Saya ingin memberikan legacy sebagai warisan kepada pemerintah selanjutnya. Pimpinan menjadi indikator penting pemerintahan, sementara anggaran harus kembali kepada kepentingan masyarakat. Karena itu saya terus mengontrol pendapatan asli daerah dan ingin lajunya semakin cepat,” ujar Ayep.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar menjalankan setiap kebijakan yang telah diputuskan secara konsisten. Menurutnya, komitmen dan kedisiplinan seluruh perangkat daerah menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pembangunan serta tata kelola pemerintahan yang efektif.
“Kalau kita tidak bisa melangkah, saya minta semuanya berhenti dulu. Ini soal menjaga komitmen. Jangan main-main dengan keputusan yang sudah ditetapkan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, seluruh perangkat daerah menyatakan komitmen melalui penandatanganan pernyataan kesiapan meningkatkan PAD. Setiap organisasi perangkat daerah yang memiliki potensi pendapatan juga diminta menyusun proyeksi penerimaan secara terukur sebagai dasar evaluasi kinerja.
“Komitmen ini akan menjadi salah satu indikator dalam penilaian kinerja serta pertimbangan rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi,” ungkapnya.
Selain itu, ia meminta para camat memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Evaluasi akan dilakukan berdasarkan pertumbuhan penerimaan tahunan di setiap wilayah agar potensi pajak dapat dimaksimalkan.
Ia juga mengungkapkan, langkah optimalisasi yang telah dilakukan mulai menunjukkan hasil positif. Alokasi anggaran sebesar Rp700 juta untuk mendukung peningkatan penerimaan PBB-P2 telah menghasilkan penerimaan sekitar Rp780 juta.
“PBB-P2 akan terus kita perbarui dan maksimalkan. Seluruh perangkat daerah saya minta mengejar pertumbuhan pendapatan sebesar 18 persen. Khusus PBB-P2, capaian saat ini masih sekitar 12 persen dari target 18 persen. Bulan Agustus ini harus dimaksimalkan,” tutupnya.
Melalui rapat pimpinan tersebut, Pemkot Sukabumi menegaskan komitmen memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi PAD.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung pembiayaan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga keberlanjutan program pembangunan Kota Sukabumi dalam jangka panjang. (Baim)

