Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram
Kamis,22 Oktober 2026 | 14:32 WIB
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Search
Close
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Home Headline

Hari Santri, Iyus Yusuf Dorong Gagasan Kota Santri Sukabumi Tak Berhenti Jadi Cerita Lisan

Redaksi by Redaksi
Oktober 22, 2026
in Headline, Uncategorized
0 0
0
Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Iyus Yusuf

Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Iyus Yusuf

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

KATASUKABUMI.com — Kota Santri jangan sampai hanya hidup dalam percakapan, sementara jejak sejarah pesantrennya perlahan dilupakan. Sebab, identitas bukan sekadar nama baik yang diwariskan dari mulut ke mulut, melainkan sesuatu yang perlu dirawat, diperkuat, dan diwujudkan dalam kebijakan.

Momentum Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober menjadi ruang refleksi bagi Kota Sukabumi untuk memperkuat tradisi kepesantrenan. Bukan hanya mengenang jasa para ulama dan santri, tetapi juga memikirkan bagaimana warisan tersebut tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Iyus Yusuf, sebelumnya menekankan pentingnya santri menjaga nilai-nilai pesantren sekaligus mampu menjawab tantangan masyarakat. Gagasan itu menemukan relevansinya ketika identitas Kota Santri didorong agar tidak berhenti sebagai kebanggaan historis.

Saat dihubungi oleh katasukabumi.com (22/10/2026) terkait momentum Hari Santri, Iyus menyampaikan gagasan agar identitas tersebut diperkuat melalui kebijakan daerah.

“Momentum HSN ini menjadi renungan dan gagasan bagaimana ke depan Kota Sukabumi menjadi Kota Santri yang bukan sekadar cerita lisan, tetapi tertuang dalam bentuk regulasi Perda dan Perwal, dengan implementasi menjaga sejarah kepesantrenan di Kota Sukabumi dan melanjutkan tradisi budaya santri,” ungkapnya.

Gagasan tersebut membuka pembicaraan yang lebih konkret: bagaimana sejarah pesantren, tradisi keilmuan, dan budaya santri dapat memperoleh tempat dalam kebijakan pemerintah daerah. Peraturan daerah maupun peraturan wali kota dapat menjadi instrumen yang dikaji, sepanjang sesuai kewenangan, kebutuhan, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Namun, regulasi bukan pekerjaan yang selesai hanya dengan mengetuk palu atau membubuhkan tanda tangan. Ia memerlukan perencanaan, pelibatan masyarakat pesantren, serta pelaksanaan yang jelas agar tidak berakhir sebagai dokumen yang rapi di lemari pemerintahan.

Karena itu, Iyus juga menekankan pentingnya membangun komunikasi antar elemen pesantren sebelum melangkah lebih jauh.

“Untuk menuju hal tersebut, sangat perlu diawali dengan penguatan silaturahmi antara para kiai, ustaz, dan pesantren dalam bentuk halaqah atau pengajian secara rutin,” lanjutnya.

Usulan itu menempatkan para kiai, ustaz, dan pengelola pesantren sebagai bagian penting dalam merumuskan arah kebijakan. Sebab, menjaga tradisi kepesantrenan tidak cukup dilakukan dari balik meja birokrasi. Mereka yang merawat tradisi tersebut setiap hari perlu dilibatkan dalam menentukan apa yang harus dijaga dan bagaimana meneruskannya.

Hari Santri semestinya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia dapat menjadi titik awal untuk mempertemukan sejarah, pendidikan, kebudayaan, dan kebijakan publik dalam satu pembicaraan yang berkelanjutan.

Sebab, menurutnya,bmenyebut diri sebagai Kota Santri memang mudah. Yang lebih menantang adalah memastikan sejarah pesantrennya terpelihara, tradisinya tetap hidup, dan para santrinya memiliki ruang untuk tumbuh.

“Kota Santri pada akhirnya bukan hanya soal apa yang tertulis di papan nama, melainkan apa yang sungguh-sungguh dijaga dan dikerjakan oleh seluruh warganya.’ tutupnya. (Ran)

Tags: Anggota DPRD Kota SukabumiHari Santri NasionalHSNIyus Yusufkota sukabumiPerdaPerwal
Previous Post

Kapolsek Warudoyong Dukung Bakti Sosial Grab Sukabumi, Dorong Semangat Berbagi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Hari Santri, Iyus Yusuf Dorong Gagasan Kota Santri Sukabumi Tak Berhenti Jadi Cerita Lisan
  • Kapolsek Warudoyong Dukung Bakti Sosial Grab Sukabumi, Dorong Semangat Berbagi
  • Yosep Pujianto: PKB Harus Perkuat Perjuangan Aspirasi Masyarakat Kota Sukabumi
  • Hotel dan Restoran Tanpa Parkir Memadai, Iyus Yusuf Akan Koordinasi dengan Instansi Terkait
  • Peringati 106 Tahun Pengabdian, RSUD R. Syamsudin SH Didorong Tingkatkan Profesionalisme

Recent Comments

  1. Sgma mengenai Peringati Harlah Pancasila, Gusdurian Sukabumi Upacara di Pinggir Sungai
  2. Jis-Hoe-Enk mengenai 6 Orang jadi Tersangka, Tambang Emas Ilegal di Lahan Perhutani Capai Omset Rp 500 Juta per Minggu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

Ikuti Sosial Media Kami

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Add New Playlist

  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

ALAMAT/NARAHUBUNG

Jl Cemerlang Sukakarya Warudoyong Kota Sukabumi Jawa Barat

Email/Web

katasukabumi@gmail.com

redaksikatasukabumi@gmail.com

Telp/HP:  +62 857-2084-1344

IKUTI MEDSOS KAMI

Facebook Twitter Tiktok Youtube Instagram