Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram
Kamis,18 Juni 2026 | 20:00 WIB
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Search
Close
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Home Headline

Aset Rp13 Miliar Dijaminkan Demi Santri, 3.000 Peluang Kerja Luar Negeri Masih Kosong

admin by admin
April 17, 2026
in Headline
0 0
0
Aset Rp13 Miliar Dijaminkan Demi Santri, 3.000 Peluang Kerja Luar Negeri Masih Kosong
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

KATASUKABUMI.com – Komitmen kuat ditunjukkan Pondok Pesantren Modern Al-Fath dalam membuka peluang kerja bagi santrinya. Tak tanggung-tanggung, aset lembaga senilai Rp13 miliar dijaminkan ke perbankan demi memberangkatkan santri bekerja ke luar negeri.

Pengasuh Pondok Pesantren Dzikir Modern Al-Fath, KH. M. Fajar Laksana, mengungkapkan langkah tersebut dilakukan untuk membantu pembiayaan keberangkatan para santri yang telah mengikuti program pelatihan.

“Saat ini aset kita sekitar Rp13 miliar sudah saya jaminkan ke perbankan untuk membantu anak-anak berangkat kerja ke luar negeri,” ujarnya kepada katasukabumi.com di Ponpes Dzikir modern Al-Fath, Gunungpuyuh (17/4).

Menurutnya, skema ini memungkinkan para santri tetap mendapatkan pelatihan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar secara gratis selama di pesantren. Sementara biaya keberangkatan difasilitasi melalui akses pembiayaan dari bank.

“Kita latih semuanya gratis, makan gratis, mondok gratis. Nanti keberangkatan dibantu lewat perbankan dan saya yang menjaminkan aset,” jelasnya.

Namun di balik upaya tersebut, Fajar mengungkapkan fakta bahwa peluang kerja ke luar negeri sebenarnya sangat besar, tetapi belum mampu dimanfaatkan secara maksimal.

“Tahun ini job order kita 3.500, tapi yang bisa kita berangkatkan baru sekitar 500 orang. Masih ada sekitar 3.000 peluang yang belum terisi,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, peluang kerja tersebut datang dari berbagai negara seperti Jepang, Turki, Mesir, Kuwait, Dubai, hingga Eropa dan New Zealand yang saat ini tengah dijajaki.

Dari sisi penghasilan, gaji yang ditawarkan pun cukup tinggi. Untuk kawasan Timur Tengah seperti Kuwait dan Dubai berkisar Rp15 juta per bulan, Jepang sekitar Rp20 juta, bahkan di New Zealand bisa mencapai Rp50 juta.

Meski peluang terbuka lebar, Fajar menilai kendala utama bukan pada ketersediaan pekerjaan, melainkan kesiapan sumber daya manusia.

“Bukan kekurangan kerja, tapi yang siap kerja formal itu masih sedikit. Banyak yang bekerja di sektor informal yang belum sejahtera,” katanya.

Ia menjelaskan, sekitar 70 persen tenaga kerja di Indonesia masih berada di sektor informal, sementara yang benar-benar masuk kategori sejahtera hanya sekitar 30 persen.

Melalui program pesantren, pihaknya mencoba membangun sistem pelatihan berbasis pendidikan karakter dan keterampilan agar para santri siap bersaing di dunia kerja global.

Sebagai bentuk timbal balik, para santri yang telah bekerja nantinya diwajibkan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui pesantren.

“Ini bukan balas budi, tapi bagian dari ibadah. Kita bangun sistem ekonomi berbasis sedekah,” ujarnya.

Fajar menegaskan, peluang kerja terbuka luas bagi siapa saja, asalkan memiliki kemauan untuk belajar dan menjalani proses pendidikan dengan disiplin.

“Yang penting mau dididik, punya akhlak baik, dan semangat kerja. Peluangnya sangat besar,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, memberikan apresiasi terhadap program yang dijalankan Pesantren Al-Fath. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan tingkat pengangguran terbuka.

“Saya sangat mengapresiasi program Pak Kyai. Ini sejalan dengan upaya pemerintah kota dalam menurunkan tingkat pengangguran terbuka,” ujarnya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini jumlah tenaga kerja yang telah diberangkatkan melalui berbagai program, termasuk dari pesantren, telah mencapai 181 orang. Bahkan pada kesempatan tersebut kembali dilakukan pemberangkatan, termasuk ke Jeddah.

“Ini hari ini juga ada yang berangkat, kemarin di Balai Kota juga sudah 50 orang diberangkatkan. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak,” katanya.

Bobby mengungkapkan, saat ini tingkat pengangguran terbuka di Kota Sukabumi berada di angka 8,90 persen dan termasuk tiga tertinggi di Jawa Barat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan seperti pesantren menjadi langkah strategis.

Selain itu, pemerintah juga tengah berupaya menarik investor melalui penataan tata ruang wilayah, serta bekerja sama dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

“Ini jadi contoh baik. Pesantren tidak hanya fokus pendidikan, tapi juga mampu menciptakan solusi ekonomi dan lapangan kerja,” tambahnya.

Ia berharap program tersebut dapat mendorong masyarakat, khususnya warga Kota Sukabumi, untuk memanfaatkan peluang kerja ke luar negeri.

“Semoga semakin banyak masyarakat yang tertarik dan ikut program ini,” pungkasnya.

Tags: kota sukabumiPeluang Kerja Luar NegeriPonpes Dzikir Al-FathSantriWakil Wali Kota Sukabumi
Previous Post

Peredaran Tramadol dan Hexymer di Kota Sukabumi Terbongkar, Dua Orang Diamankan

Next Post

Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah di Nyalindung, Lakukan Perbaikan Sementara Secara Swadaya

Next Post
Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah di Nyalindung, Lakukan Perbaikan Sementara Secara Swadaya

Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah di Nyalindung, Lakukan Perbaikan Sementara Secara Swadaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Intelektualitas Harus Kembali Jadi Kompas Gerakan
  • Dari Aktivis ke Ruang Pendidikan, Hamdan Kini Nahkodai Poskab Sapujagat Cigunung
  • Wacana Hak Angket Mengemuka dalam Diskusi Ngopi Hepi Bersama Warga Kota Sukabumi
  • Bapenda Kabupaten Sukabumi Sabet Dua Gelar Terbaik pada AAI Award 2026
  • MUI Kota Sukabumi Mengaku Belum Pernah Dilibatkan dalam Program MBG Terkait Sertifikasi Halal

Recent Comments

  1. Sgma mengenai Peringati Harlah Pancasila, Gusdurian Sukabumi Upacara di Pinggir Sungai
  2. Jis-Hoe-Enk mengenai 6 Orang jadi Tersangka, Tambang Emas Ilegal di Lahan Perhutani Capai Omset Rp 500 Juta per Minggu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

Ikuti Sosial Media Kami

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Add New Playlist

  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

ALAMAT/NARAHUBUNG

Jl Cemerlang Sukakarya Warudoyong Kota Sukabumi Jawa Barat

Email/Web

katasukabumi@gmail.com

redaksikatasukabumi@gmail.com

Telp/HP:  +62 857-2084-1344

IKUTI MEDSOS KAMI

Facebook Twitter Tiktok Youtube Instagram