KATASUKABUMI.com— Menjelang aksi lanjutan yang akan digelar Forum RT/RW Kota Sukabumi bersama sejumlah elemen masyarakat pada 2 Juni mendatang, berbagai flyer mulai beredar di tengah masyarakat. Nama sejumlah organisasi ikut disebut. Sebagian mendukung. Sebagian memilih menunggu. Sebagian lagi merasa perlu menjelaskan posisinya agar tidak lahir tafsir yang terlalu jauh.
Di antara yang memilih memberikan penjelasan itu adalah DPD KNPI Kota Sukabumi di bawah kepemimpinan Sudar Fauzi.
Melalui Sekretaris DPD KNPI Kota Sukabumi, Danial Fadhilah, organisasi tersebut menegaskan bahwa KNPI tidak terlibat dalam aksi sebagaimana yang tercantum dalam flyer yang beredar.
“Kami perlu menyampaikan kepada masyarakat bahwa DPD KNPI Kota Sukabumi tidak terlibat dalam gerakan sebagaimana yang tercantum dalam flyer yang beredar,” ujar Danial dalam keterangan resminya (31/5)
Penjelasan itu muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap aksi 2 Juni yang disebut sebagai kelanjutan dari berbagai aspirasi masyarakat terkait sejumlah kebijakan dan program pemerintah daerah.
Namun bagi KNPI, ketidak terlibatan organisasi bukan berarti menutup mata terhadap hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat.
“Kami menghormati hak konstitusional setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Demonstrasi merupakan bagian dari demokrasi yang sehat selama dilakukan secara damai dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Di tengah kehidupan demokrasi, kritik dan dukungan sesungguhnya bukan dua hal yang harus dipertentangkan.
Pemerintah membutuhkan masukan agar tidak kehilangan arah. Masyarakat membutuhkan ruang agar tidak kehilangan suara. Dan di antara keduanya, dialog menjadi jembatan yang sering kali lebih penting daripada perdebatan itu sendiri.
Karena itu, KNPI memandang aspirasi masyarakat sebagai bagian dari kepedulian terhadap daerah.
“Kami memandang bahwa aspirasi masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk menyikapinya dengan bijaksana dan menjadikan momentum ini sebagai ruang dialog yang konstruktif,” ujar Danial.
Di sisi lain, KNPI juga menyatakan dukungan terhadap Pemerintah Kota Sukabumi dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik.
“Kami mendukung Pemerintah Kota Sukabumi dalam menjalankan program-program pembangunan dan pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah,” lanjutnya.
Menjelang 2 Juni, ketika berbagai kelompok mulai menentukan sikapnya masing-masing, KNPI pimpinan Sudar Fauzi memilih memperjelas satu hal, organisasi tidak ikut dalam aksi. Tetapi hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tetap harus dihormati. Sebab demokrasi yang sehat bukan hanya memberi ruang bagi pemerintah untuk bekerja, melainkan juga memberi ruang bagi masyarakat untuk berbicara.
“Kami berharap setiap dinamika yang berkembang dapat menjadi bagian dari proses demokrasi yang dewasa serta memberikan manfaat bagi kemajuan Kota Sukabumi,” tutup Danial. (R)

