KATASUKABUMI.com— Tidak semua orang harus menjadi politisi. Tetapi setiap orang yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, desa, pendidikan, ekonomi dan masa depan daerah, sesungguhnya memiliki alasan untuk ikut mengambil bagian dalam perjuangan.
Karena perubahan tidak selalu dimulai dari ruang-ruang besar. Kadang ia bermula dari seseorang yang berani berkata, “Saya ingin ikut berbuat sesuatu.”
Memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ketua DPC PKB Kabupaten Sukabumi, Hasim Adnan, menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengajak seluruh kader, simpatisan dan masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dan pengabdian kepada rakyat.
“Selamat Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa. Semoga PKB semakin kuat, semakin besar, dan semakin dekat dengan masyarakat. Mari kita terus membangun Kabupaten Sukabumi dengan semangat kebersamaan dan pengabdian,” ujar Hasim keoada katasukabumi.com (23/06/2026).
Menurutnya, perjalanan PKB selama 28 tahun tidak dapat dipisahkan dari perjalanan masyarakat. Partai ini, kata dia, harus terus menjadi ruang perjuangan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi dan mengambil bagian dalam pembangunan.
“PKB bukan milik segelintir orang. PKB adalah rumah perjuangan yang terbuka bagi masyarakat. Siapa pun yang memiliki kepedulian dan ingin berbuat untuk masyarakat, memiliki ruang untuk bersama-sama berjuang di PKB,” katanya.
Ia menegaskan, menjadi bagian dari PKB tidak semata-mata berarti mengejar jabatan politik. Lebih dari itu, menjadi kader merupakan bentuk kesediaan untuk hadir, mendengar dan ikut menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Bergabung dengan PKB bukan berarti harus langsung menjadi politisi. Yang penting adalah memiliki kepedulian dan kemauan untuk berbuat. Dari sana, kita bisa belajar, bergerak dan berjuang bersama,” ujar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut.
Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Sukabumi, ia juga mengajak masyarakat yang selama ini belum terlibat dalam kegiatan politik untuk tidak melihat politik sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari.
Sebab, kata dia, keputusan-keputusan politik memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, ekonomi, infrastruktur hingga kesejahteraan keluarga.
“Kalau kita ingin perubahan yang lebih baik, maka masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton. Harus ada keberanian untuk ikut mengambil bagian,” tegasnya.
Ia pun mengajak generasi muda, petani, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, perempuan, kaum santri, serta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk bergabung dan membangun ruang perjuangan bersama di PKB.
“Bagi masyarakat yang ingin bergabung, pintu PKB terbuka. Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Sukabumi. Tidak harus menunggu menjadi siapa-siapa untuk mulai berbuat,” tuturnya.
Menurutnya, kekuatan sebuah partai tidak hanya diukur dari jumlah kursi yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa luas manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Karena itu, ia berharap momentum Harlah ke-28 PKB dapat menjadi energi baru untuk memperluas gerakan pengabdian dan memperkuat hubungan antara partai dengan masyarakat.
“Semoga PKB semakin besar bersama rakyat, semakin dekat dengan masyarakat, dan semakin banyak memberikan manfaat bagi Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Pada akhirnya, menurut Hasim, politik bukan hanya tentang siapa yang duduk di kursi kekuasaan. Politik juga tentang siapa yang bersedia turun tangan ketika masyarakat membutuhkan.
“Maka bagi mereka yang sudah menjadi bagian dari PKB, perjuangan harus terus dirawat. Dan bagi mereka yang belum bergabung, mungkin Harlah ke-28 ini adalah sebuah kesempatan untuk mulai bertanya kepada diri sendiri: Jika ingin daerah ini berubah menjadi lebih baik, mengapa hanya menjadi penonton?”. Tutupnya. (R)

