KATASUKABUMI.com – Pemerintah Kota Sukabumi kembali menorehkan prestasi di tingkat regional setelah meraih Penghargaan Terbaik II Kategori Pengendalian Inflasi Tingkat Jawa-Bali dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta, Kamis (4/6).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kota Sukabumi dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah melalui berbagai kebijakan strategis yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dalam kategori Pengendalian Inflasi Tingkat Kota Wilayah Jawa-Bali, Kota Cirebon meraih penghargaan Terbaik I, disusul Kota Sukabumi sebagai Terbaik II dan Kota Probolinggo sebagai Terbaik III.
Menanggapi capaian tersebut, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama pembangunan daerah. Menurutnya, penghargaan merupakan konsekuensi dari kerja nyata yang mampu memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Sukabumi dan dukungan berbagai pihak. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi demi menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ayep Zaki.
Ia menjelaskan, keberhasilan pengendalian inflasi di Kota Sukabumi tidak terlepas dari sinergi berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan melalui penguatan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemantauan harga kebutuhan pokok secara rutin, pelaksanaan operasi pasar, serta pengawasan distribusi dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Kota Sukabumi juga memperkuat sistem respons cepat terhadap potensi gejolak harga, khususnya pada komoditas strategis yang berpengaruh terhadap tingkat inflasi daerah.
Ayep menilai keberhasilan menjaga inflasi menjadi salah satu indikator bahwa arah pembangunan yang tengah dijalankan berada pada jalur yang tepat. Menurutnya, sejumlah indikator pembangunan saat ini menunjukkan tren positif, mulai dari penurunan angka pengangguran, penguatan kapasitas fiskal dan rekayasa keuangan daerah, percepatan penanganan stunting, hingga upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.
Pemerintah Kota Sukabumi, lanjutnya, akan terus mengakselerasi berbagai program penguatan ekonomi daerah guna memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami optimistis berbagai penghargaan dan pengakuan atas kinerja pembangunan akan terus diraih Kota Sukabumi. Namun yang lebih penting adalah memastikan setiap program memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, penurunan stunting, maupun penghapusan kemiskinan ekstrem,” tegasnya.
Menurut Ayep, keberhasilan pengendalian inflasi tidak hanya tercermin dari capaian statistik semata, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga daya beli masyarakat serta menciptakan kondisi ekonomi daerah yang stabil, produktif, dan berkelanjutan.
Penghargaan Terbaik II Pengendalian Inflasi Tingkat Jawa-Bali tersebut sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Baim)

