KATASUKABUMI.com — Ada tempat yang sejak awal memang tidak pernah dirancang untuk menjadi rumah. Tetapi bagi Ibu Meti, warga RT 003/RW 003, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, tempat itu telah menjadi ruang hidup selama kurang lebih enam tahun.
Kondisi tersebut mengundang keprihatinan Ketua DPC PKB Kota Sukabumi, Yosep Pujianto. Bersama Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKB, Agus Samsul, Yosep turun langsung melihat kondisi Ibu Meti, Jumat (17/7/2026).
Setelah melihat langsung kondisi tempat tinggal Ibu Meti, Yosep mengaku prihatin. Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan individu, tetapi sebagai persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian bersama.
“Terus terang, saya sangat prihatin melihat kondisi Ibu Meti. Ini bukan tempat yang layak untuk dijadikan tempat tinggal. MCK itu tempat orang datang sebentar, bukan tempat untuk hidup bertahun-tahun,” ujar Yosep kepada katasukabumi.com
Ia mengatakan, kehadirannya bersama Agus Samsul bukan untuk sekadar melihat kondisi warga, tetapi mencari jalan keluar agar Ibu Meti dapat segera memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.
“Yang paling penting sekarang bukan siapa yang salah dan siapa yang harus disalahkan. Yang penting adalah bagaimana kita mencari solusi. Ibu Meti sudah enam tahun tinggal di sini. Jangan sampai setelah kita datang, setelah kita bicara, kemudian semuanya kembali seperti semula,” katanya.
Yosep juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah, legislatif, tokoh masyarakat, lembaga sosial, dan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami akan berusaha mendorong agar persoalan ini bisa segera ditindaklanjuti. Pemerintah harus hadir, dan kami sebagai bagian dari masyarakat juga tidak boleh hanya melihat. Kalau ada warga yang membutuhkan pertolongan, ya kita harus bergerak,” tegasnya.
Menurut Yosep, persoalan seperti yang dialami Ibu Meti menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian secara langsung.
“Jangan sampai kita hanya sibuk membicarakan pembangunan yang besar-besar, sementara di sekitar kita masih ada warga yang bahkan belum memiliki tempat tinggal yang layak. Bagi kita mungkin rumah sederhana itu biasa, tapi bagi Ibu Meti, rumah itu adalah sesuatu yang sangat berarti,” tuturnya.
Ia berharap proses penanganan Ibu Meti dapat segera menemukan solusi konkret.
“Harapan saya, setelah ini ada tindak lanjut yang jelas. Jangan berhenti pada kunjungan. Ibu Meti harus mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman. Tidak boleh ada warga yang harus tinggal di tempat seperti ini,” pungkasnya. (R)
