Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Eem Rukmini (kiri) saat mengunjungi pasar degung bersama jajarannya yang terletak di Jalan Arif Rahman Hakim.
KATASUKABUMI.com — Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi mengakui aktivitas perdagangan di Pasar Degung mengalami penurunan dibanding beberapa tahun sebelumnya. Salah satu indikatornya terlihat dari berkurangnya jumlah pembeli yang datang ke pasar tersebut.
Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Eem Rukmini, mengatakan keluhan mengenai menurunnya jumlah pembeli kerap disampaikan para pedagang. Menurutnya, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan perubahan arus lalu lintas di kawasan Jalan Degung yang kini menerapkan sistem satu arah.
“Kalau keluhan dari para pedagang di Degung, dulu arus jalan itu dua arah. Sekarang satu jalur. Karena satu jalur mungkin para pembelinya agak berkurang,” ujar Eem kepada katasukabumi.com di kantor Diskumendag (5/6).
Dampak dari berkurangnya jumlah pembeli itu, kata dia, terlihat dari jam operasional pedagang yang kini lebih singkat dibanding sebelumnya. Khususnya pedagang yang menempati area los pasar.
“Sehingga di Degung itu operasional yang di los itu hanya sampai jam siang, sekitar jam 12 atau jam 1,” katanya.
Bagi pasar tradisional, keramaian merupakan modal yang tidak kalah penting dibanding bangunan dan fasilitas. Sebab denyut pasar hidup dari pergerakan orang yang datang, melihat, menawar, lalu berbelanja. Ketika arus pengunjung berkurang, aktivitas perdagangan ikut terdampak.
Meski demikian, Pasar Degung hingga saat ini masih menjadi pasar dengan kontribusi pendapatan terbesar di antara pasar yang dikelola Pemerintah Kota Sukabumi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Pasar Degung masih menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Diskumindag terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan pasar-pasar lain agar aktivitas perdagangan tidak bertumpu pada satu lokasi. Pasar Lembursitu dan Pasar Dewi Sartika menjadi dua pasar yang saat ini masih terus didorong untuk meningkatkan aktivitas ekonominya.
Menurut Eem, pemerintah daerah juga terus mencari berbagai strategi untuk menghidupkan pasar yang dikelola daerah, termasuk melalui promosi kepada pelaku usaha dan pengembangan konsep pasar sesuai potensi masing-masing wilayah.
“Pasar Lembursitu masih kita gratiskan untuk menarik minat pedagang. Ke depan ada beberapa strategi yang sedang kita bahas agar pasar-pasar yang kita kelola semakin berkembang,” ujarnya.
Di tengah perubahan pola belanja masyarakat dan berbagai tantangan yang dihadapi pasar tradisional, Pasar Degung masih menjadi salah satu tumpuan ekonomi rakyat. Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan agar aktivitas perdagangan tetap tumbuh dan pasar rakyat mampu bersaing di tengah perkembangan sektor perdagangan modern. (R)

