SUKABUMI – Komisi II DPRD Kota Sukabumi melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cirebon serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman.
Adapun tujuan kunker yang dilaksanakan oleh Komisi II DPRD Kota Sukabumi ke dua daerah tersebut yaitu sebagai upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi.
Kunker ke Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cirebon, pada (6-8/2/2025)
Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Muchendra, mengaku bahwa pihaknya sangat mengapresiasi terhadap Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cirebon. Pasalnya, mereka secara khusus menempatkan UMKM hingga membuat mall khusus untuk UMKM.
“Kota Cirebon itu lebih bagus. Bahkan Mereka pun untuk UMKM nya itu, atau kalau secara keseluruhan PAD nya sekitar Rp 70 miliar. Nah mereka dua sepertiga dari PAD nya itu dihasilkan oleh UMKM,” ujar Muchendra, kepada katasukabumi.com, pada Jumat (14/2/2025).
Maka dari itu, kata dia, pihaknya akan menerapkan hal tersebut di Kota Sukabumi, hal ini juga sesuai dengan programnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi terpilih yang dimana Pemerintah Daerah itu beriringan dan bersinergi dengan Komisi II DPRD untuk meningkatkan PAD Kota Sukabumi.
“Sesuai dengan programnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi terpilih bahwasanya kita Pemerintah Daerah harus beriringan dan bersinergi dengan Komisi II untuk meningkatkan PAD,” tambahnya.
Kunker ke Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman, pada (9-12/2/2025)

Selain itu, lanjut Muchendra, pihaknya juga mengaku telah mendapatkan ilmu usai melakukan kunker ke Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman. Pasalnya, PAD dari UMKM di daerah tersebut cukup bagus dan menjadi penyumbang untuk kas daerahnya. Sedangkan secara keseluruhan, PAD Kabupaten Sleman itu hampir Rp 650 miliar.
“Kabupaten Sleman itu luar biasa sekali, kita mendapatkan ilmu disana, bahwasanya Kabupaten Sleman ini PAD dari UMKM nya menjadi idola sekarang, lumayan bagus. Kami sangat apresiasi sekali, dan untuk meningkatkan kesejahteraan UMKM pun terlihat nyata disitu,” bebernya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sleman itu juga memberdayarakan para UMKM di daerahnya dengan cara menyediakan satu tempat khusus, seperti halnya kuliner, pakaian, hingga sembako. Alhasil, perputaran uang di Kabupaten Sleman itu pun sangat besar dan juga bisa mengurangi inflasi Kabupaten Sleman.
“Alhamdulillah dengan adanya UMKM ini, perputaran uang di Kabupaten Sleman itu sangat besar dan itu intinya bisa mengurangi inflasi kabupaten tersebut, sesuai dengan arahan dan program Presiden Prabowo, meminimalisir inflasi kota dan kabupaten,” ungkapnya.
Hasil kunker ke dua daerah tersebut, sambung dia, pihaknya akan lebih memberdayakan para UMKM dengan sedemikian rupa agar menjadi ikon Kota Sukabumi, salah satunya Kuliner Eks Terminal Sudirman. Pasalnya, hasil pantauan pihaknya di kawasan itu perputaran uangnya luar biasa, dan akan menekan inflasi Kota Sukabumi.
“Nah ini yang kita akan kembangkan (dari) hasil kunker dan study banding kita kemarin kedua Kota dan Kabupaten. Kita kembangkan di Kota Sukabumi untuk meningkatkan PAD dan memperkecil inflasi di Kota Sukabumi,” pungkasnya. (Boy)

