Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram
Sabtu,27 Juni 2026 | 04:28 WIB
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Search
Close
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Home Headline

Aksi AKBAR 2626 Hadiahi Wali Kota Sukabumi Piagam “Penguasa Sombong”, Tampar Keras Kekuasaan di Balai Kota

Redaksi by Redaksi
Juni 26, 2026
in Headline
0 0
0
Seketaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi menerima piagam dari massa aksi Akbar 2626 di halaman Balai Kota Sukabumi (26/6/2026)

Seketaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi menerima piagam dari massa aksi Akbar 2626 di halaman Balai Kota Sukabumi (26/6/2026)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

KATASUKABUMI.com – Halaman Balai Kota Sukabumi, Jum’at (26/6/2026), menjadi saksi ketika sekelompok massa yang tergabung dalam Aksi Bela Rakyat (AKBAR) 2626 menyerahkan sebuah piagam penghargaan bernada satir kepada Pemerintah Kota Sukabumi. Bukan piagam prestasi, bukan pula apresiasi atas keberhasilan pembangunan. Piagam itu justru bertuliskan: “Wali Kota Sukabumi sebagai Penguasa yang Sombong.”

Piagam tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, mewakili Wali Kota yang tidak menemui massa aksi.

Bagi para demonstran, ketidakhadiran kepala daerah di hadapan rakyat yang datang membawa aspirasi bukan sekadar persoalan teknis. Ia dianggap sebagai simbol renggangnya komunikasi antara penguasa dan rakyat yang dipimpinnya.

Massa menilai, pemerintah terlalu sering berbicara tentang capaian, tetapi terlalu sedikit menyediakan ruang untuk mendengar. Akibatnya, kritik yang semestinya menjadi vitamin demokrasi justru dipandang sebagai gangguan.

Piagam satir itu pun menjadi bahasa politik jalanan, cara rakyat menyampaikan kekecewaan ketika saluran komunikasi formal dirasa tidak lagi cukup.

Salah satu  orator dalam orasinya, Sah Arief  menegaskan bahwa jabatan politik bukanlah mahkota yang membuat seorang pemimpin kebal dari kritik. Sebaliknya, semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar pula kewajibannya untuk membuka telinga terhadap suara masyarakat.

“Rakyat tidak menuntut untuk selalu dituruti. Rakyat hanya ingin didengar,” ujarnya saat orasi.

Menurutnya peristiwa tersebut menjadi ironi tersendiri. Sebab, di negeri yang mengaku demokratis, masih ada jarak yang terasa begitu lebar antara pemimpin dan mereka yang dipimpin.

Demokrasi hidup ketika pemimpin bersedia turun dari singgasananya, berdiri sejajar dengan rakyat, mendengar kemarahan mereka, lalu menjawabnya dengan kebijakan, bukan dengan keheningan.

“Karena sesungguhnya, penguasa tidak menjadi sombong ketika dikritik. Penguasa menjadi sombong ketika merasa tidak lagi perlu mendengar rakyat.” Tegas Arif.

Tags: Aksi Akbar 2626Balai Kota Sukabumiwali kota sukabumi
Previous Post

Kabar Baik untuk Warga Sukabumi, Kini Ada SMK Gratis Selama Tiga Tahun

Next Post

Vega Sukmayudha Pasang Badan untuk Korban Alpindo: Jangan Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri

Next Post
Aktivis Sukabumi, Vega Sukmayudha saat orasi di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi (26/6/2026)

Vega Sukmayudha Pasang Badan untuk Korban Alpindo: Jangan Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Ivan Alghifari Kritik DPRD Kota Sukabumi: Jangan Takut PAW Jika Benar-Benar Bekerja untuk Rakyat
  • Vega Sukmayudha Pasang Badan untuk Korban Alpindo: Jangan Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri
  • Aksi AKBAR 2626 Hadiahi Wali Kota Sukabumi Piagam “Penguasa Sombong”, Tampar Keras Kekuasaan di Balai Kota
  • Kabar Baik untuk Warga Sukabumi, Kini Ada SMK Gratis Selama Tiga Tahun
  • Silaturahmi PKB dan KPU, Rawat Demokrasi di Kota Sukabumi Jauh Sebelum Hari Pencoblosan

Recent Comments

  1. Sgma mengenai Peringati Harlah Pancasila, Gusdurian Sukabumi Upacara di Pinggir Sungai
  2. Jis-Hoe-Enk mengenai 6 Orang jadi Tersangka, Tambang Emas Ilegal di Lahan Perhutani Capai Omset Rp 500 Juta per Minggu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

Ikuti Sosial Media Kami

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Add New Playlist

  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

ALAMAT/NARAHUBUNG

Jl Cemerlang Sukakarya Warudoyong Kota Sukabumi Jawa Barat

Email/Web

katasukabumi@gmail.com

redaksikatasukabumi@gmail.com

Telp/HP:  +62 857-2084-1344

IKUTI MEDSOS KAMI

Facebook Twitter Tiktok Youtube Instagram