KATASUKABUMI.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) untuk anak sekolah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sejak usia dini, sejalan dengan misi pembangunan SDM dalam Delapan Misi Asta Cita Presiden terpilih 2024-2029.
Plt Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Galih Marelia Aggraeni, menjelaskan bahwa PKG merupakan langkah konkret untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan, mendeteksi kondisi pra-penyakit, serta menangani penyakit secara dini guna meningkatkan angka harapan hidup masyarakat.
“Perlu ditekankan bahwa upaya preventif seperti ini jauh lebih efisien dibandingkan penanganan ketika kondisi sudah kronis,” kata Galih.
Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Sukabumi, drg Erna, menambahkan bahwa sasaran PKG ini bukan hanya untuk anak sekolah saja, melainkan seluruh siklus hidup, dari mulai bayi hingga lanjut usia dan minimal dilakukan 1 kali 1 tahun.
“Nah jadi sekarang waktunya PKG untuk anak sekolah, karena berbarengan dengan tahun ajaran baru sekolah kita melaksanakan PKG untuk anak sekolah,” ujar drg Erna, kepada katasukabumi.com, pada Rabu (6/8).
“Ya kalau yang masyarakat umum kan PKG itu sasaran pasiennya datang ke Puskesmas, nah kalau sekarang karena anak sekolah itu berkumpul di sekolahnya, maka petugas kesehatan yang datang ke sekolah,” tambah dia.
Ia menjelaskan, tujuan PKG ini untuk mendeteksi awal kelainan penyakit pada anak sekolah, sehingga harapannya apabila anak sekolah yang memiliki resiko penyakit itu bisa diketahui lebih dini, sehingga bilamana ada gejala itu bisa ditangani lebih cepat dan tidak menjadi sebuah penyakit yang lebih berat.
“Ya harapannya sih ya semua pihak, khususnya orang tua karena di sini dalam hal ini adalah PKG anak sekolah yaitu turut berpartisipasi dengan yang tadi mengisi kuesioner, karena untuk PKG anak sekolah ini, kita anak sekolah ini dibagi kuesioner yang bisa diisi oleh siswa, tentunya kalau untuk anak yang masih SD mungkin perlu bantuan dari orang tua untuk mengisi kuesioner tersebut,” pungkasnya. (Boy)

