FT: Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi,Eem Rukmini (kiri) di dampingi Sekretaris Diskumindag,Martin Wahyudi (kanan) (5/6).
KATASUKABUMI.com— Pemerintah Kota Sukabumi memasang target cukup tinggi untuk pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar pada tahun 2026. Di tengah kondisi sejumlah pasar yang belum sepenuhnya pulih, target pendapatan dipatok mencapai Rp294.248.181 atau hampir tiga kali lipat dibanding realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp105 juta.
Hingga akhir Mei 2026, pendapatan pasar yang masuk ke kas daerah tercatat sebesar Rp94.257.000. Angka tersebut setara 32,03 persen dari target tahunan yang telah ditetapkan dalam APBD murni.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi,Eem Rukmini, mengatakan target tersebut disusun berdasarkan potensi sejumlah pasar yang diharapkan dapat beroperasi lebih optimal pada bulan-bulan mendatang.
“Dari pendapatan pasar sampai bulan Mei itu di angka Rp94.257.000. Kalau melihat target APBD murni, di angka Rp294.248.181,” ujarnya kepada katasukabumi.com (5/6)
Target yang melonjak itu tentu bukan sekadar permainan angka di atas meja rapat. Ada harapan yang dititipkan pada pasar-pasar yang selama ini belum sepenuhnya bergerak. Pemerintah daerah menghitung, ketika aktivitas perdagangan kembali berdenyut dan tingkat keterisian kios meningkat, maka pendapatan daerah akan ikut terdongkrak.
Selain mengandalkan aktivitas perdagangan, Diskumindag juga terus mendorong kepatuhan para wajib retribusi. Sebab, dalam urusan pendapatan pasar, sering kali persoalannya bukan pada besarnya tarif, melainkan pada kedisiplinan pembayaran.
“Yang kita lakukan adalah mengoptimalkan pemenuhan kewajiban wajib retribusi agar mereka membayar tepat waktu,” kata Eem
Saat ini Pasar Degung masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan pasar daerah. Sementara pasar lainnya diharapkan mulai memberi kontribusi lebih besar seiring upaya optimalisasi yang tengah dilakukan pemerintah.
Di atas kertas target itu memang tampak ambisius. Namun bagi pemerintah daerah, target tidak lain adalah bentuk keyakinan bahwa pasar rakyat masih bisa menjadi salah satu urat nadi ekonomi kota yang layak diperjuangkan. (R)

