Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram
Kamis,18 Juni 2026 | 21:34 WIB
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Search
Close
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Home Headline

PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Intelektualitas Harus Kembali Jadi Kompas Gerakan

Redaksi by Redaksi
Juni 18, 2026
in Headline
0 0
0
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Intelektualitas Harus Kembali Jadi Kompas Gerakan
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Ketua Umum PB PMII, Mohammad Shofiyulloh Cokro.

KATASUKABUMI.com – Kampus seharusnya menjadi tempat orang berbeda pendapat tanpa harus berbeda nasib. Tempat ide bertarung, bukan orangnya. Tempat argumen diuji dengan argumen, bukan dengan volume suara atau jumlah massa.

Sayangnya, akhir-akhir ini suasana itu terasa mulai berubah. Orang lebih cepat tersinggung daripada berpikir. Lebih gemar membatalkan lawan bicara daripada membantah pikirannya. Padahal sejarah kemajuan tidak pernah lahir dari ruang yang sepi perdebatan, melainkan dari perdebatan yang sehat.

Kegelisahan itulah yang disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Mohammad Shofiyulloh Cokro. Menurutnya, gerakan mahasiswa sedang menghadapi tantangan serius berupa turbulensi intelektualitas. Mimbar demokrasi yang seharusnya menjadi ruang dialektika perlahan bergeser menjadi arena saling serang dan persekusi terhadap ruang dialog.

“Ketika argumentasi tidak lagi dijawab dengan kontra-argumentasi, melainkan dengan pemaksaan kehendak, di situlah disorientasi gerakan sedang terjadi. Persekusi terhadap ruang dialektika seperti ini tentu tidak dapat dibenarkan atas alasan apa pun,” tegas Cokro dalam keterangannya dijakarta, Rabu (17/06/26)

Bagi PB PMII, perbedaan pandangan bukan masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika perbedaan tidak lagi dijawab dengan pemikiran, melainkan dengan pemaksaan. Sebab ketika argumen dibungkam, yang kalah bukan hanya satu kelompok, tetapi juga akal sehat.

“Bagi PMII, kebebasan yang hakiki adalah kebebasan yang juga menghormati hak orang lain untuk menguji gagasan secara terbuka,” lanjutnya.

Karena itu, PB PMII menyerukan penguatan Gerakan Persatuan Nasional di kalangan mahasiswa dan pemuda. Persatuan yang dimaksud bukan persatuan untuk seragam dalam berpikir, melainkan kesediaan untuk tetap duduk semeja meski berbeda pandangan.

Dalam pandangan PB PMII, intelektualitas harus kembali ditempatkan sebagai kompas utama gerakan. Sebab mahasiswa yang kehilangan intelektualitas ibarat pelaut kehilangan arah, masih bergerak, tetapi tidak tahu ke mana akan berlabuh.

Gerakan mahasiswa juga didorong untuk kembali mengedepankan data, kajian dan kedewasaan dalam merespons berbagai persoalan publik maupun kebijakan pemerintah. Kritik tetap penting, bahkan wajib. Namun kritik yang lahir dari amarah sesaat sering kali hanya menambah kebisingan, sementara kritik yang lahir dari pengetahuan berpeluang melahirkan perubahan.

Pada akhirnya, kampus tidak membutuhkan lebih banyak teriakan. Kampus membutuhkan lebih banyak pemikiran. Sebab bangsa ini sesungguhnya tidak kekurangan orang yang berbicara, tetapi masih membutuhkan lebih banyak orang yang bersedia berpikir sebelum berbicara. (R)

Tags: Gerakan MahasiswaKetua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mohammad Shofiyulloh Cokro.PB PMII
Previous Post

Dari Aktivis ke Ruang Pendidikan, Hamdan Kini Nahkodai Poskab Sapujagat Cigunung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Intelektualitas Harus Kembali Jadi Kompas Gerakan
  • Dari Aktivis ke Ruang Pendidikan, Hamdan Kini Nahkodai Poskab Sapujagat Cigunung
  • Wacana Hak Angket Mengemuka dalam Diskusi Ngopi Hepi Bersama Warga Kota Sukabumi
  • Bapenda Kabupaten Sukabumi Sabet Dua Gelar Terbaik pada AAI Award 2026
  • MUI Kota Sukabumi Mengaku Belum Pernah Dilibatkan dalam Program MBG Terkait Sertifikasi Halal

Recent Comments

  1. Sgma mengenai Peringati Harlah Pancasila, Gusdurian Sukabumi Upacara di Pinggir Sungai
  2. Jis-Hoe-Enk mengenai 6 Orang jadi Tersangka, Tambang Emas Ilegal di Lahan Perhutani Capai Omset Rp 500 Juta per Minggu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

Ikuti Sosial Media Kami

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Add New Playlist

  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

ALAMAT/NARAHUBUNG

Jl Cemerlang Sukakarya Warudoyong Kota Sukabumi Jawa Barat

Email/Web

katasukabumi@gmail.com

redaksikatasukabumi@gmail.com

Telp/HP:  +62 857-2084-1344

IKUTI MEDSOS KAMI

Facebook Twitter Tiktok Youtube Instagram