KATASUKABUMI.com – Badan Perencanaan Pembangun Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi melangsungkan bimbingan teknis (Bimtek) dalam rangka pelaporan inovasi daerah pemerintah kota Sukabumi tahun 2023 di salah satu hotel Jalan Salabintana, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi pada Senin, 5 Juni 2023.
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainah menjelaskan dalam bimtek ini dipaparkan bahwa pemerintah mendorong setiap SKPD untuk melahirkan inovasi sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Selain itu, kegiatan ini dalam rangka memotivasi perangkat daerah, BUMD, kecamatan, kelurahan, dan Puskesmas di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, sebagaimana penerapan good governance melalui inovasi daerah,” ucap Reni kepada awak media.
Reni menuturkan, sesuai dengan ketentuan pasal 388 ayat 7 UU Nomor 3 tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah beserta perubahannya, dan pasal 22 ayat 1 PP Nomor 38 tahun 2017 Tentang Inovasi Daerah, dimana daerah memiliki kewajiban melaporkan inovasi daerah kepada pemerintah pusat.
“Tentunya, tahun 2023 ini Pemerintah Kota Sukabumi akan memenuhi kewajiban pelaporan inovasi perangkat daerah sesuai apa yang sudah ditentukan oleh Undang-Undang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Kota Sukabumi Banyu Citra Anggara menyampaikan, pelaksanaan kegiatan ini juga mengacu pada Perda Kota Sukabumi Nomor 3 tahun 2021 Tentang Inovasi Daerah, dan indikator kinerja tujuan keempat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi tahun 2018-2023.
“Hal ini merupakan sebuah upaya dalam memberikan pemahaman bagaimana melaporkan inovasi yang dimiliki SKPD, termasuk juga dalam rangka mengevaluasi inovasi yang sudah ada, untuk memastikan keberhasilannya,” kata Banyu.
Menurut dia, sejauh ini tercatat sebanyak 488 inovasi daerah berhasil diinventarisir di tahun 2023 ini berdasarkan SK Wali Kota Sukabumi tentang daftar daerah.
“Adapun rinciannya, sebanyak 126 inovasi dari perangkat daerah, 28 inovasi dari kecamatan, 98 inovasi dari kelurahan, 2 inovasi dari BUMD, 167 inovasi dari Puskesmas, Labkesda, dan RSUD. Serta 67 inovasi dari sekolah,” pungkas Banyu. (snd)

