KATASUKABUMI.COM – Kondisi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, semakin mengkhawatirkan. Bagimana tidak, dalam sehari saja aksi brutal dan teror diduga gerombolan bermotor terjadi dua kali dalam sehari di dua lokasi yang berbeda.
Seperti terjadi pada Selasa (25/07/2023) malam hari, terjadi di Jalan Raya Pelabuhan II, tepatnya di depan Terminal Lembursitu Kelurahan/Kecamatan Lembursitu dan Jalan Dwikora Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.
Video aksi brutal gerombolan bermotor itu, sempat beredar di media sosial. Dalam video tersebut lokasi pertama terjadi di Jalan Dwikora Kecamatan Warudoyong memperlihatkan dua orang menggunakan masker dan membawa senjata tajam (Sajam) tengah mengejar warga. Namun, dalam kejadian itu belum diketahui ada korban atau tidaknya.
Baca Juga: Akibat Harga Komoditas Naik, Kota Sukabumi Alami Inflasi Sebesar 0,16 Persen Pada Juni 2023
Sementara, aksi kedua terjadi di Jalan Raya Pelabuhan II, tepatnya di depan Terminal Lembursitu Kelurahan/Kecamatan Lembursitu. Akibatnya, Miftah (30) pedagang nasi goreng (Nasgor) dan RGF (16) menjadi korban pembacokan.
Salah seorang korban pembacokan sekaligus pedagang Nasgor, Miftah (30) mengatakan, aksi gerombolan bermotor itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Awalnya, datang sebanyak 7 orang gerombolan bermotor dan membawa senjata tajam (Sajam) jenis celurit dan samurai, lalu menghampiri dua korban yang tengah menongkrong dan tiba-tiba menyerang korban.
“Tiba-tiba saja, kebetulan lagi nongkrong di warung sebelah sama anak-anak biasa, tiba-tiba dua orang nyerang bawa samurai. Yang turun dua orang, yang satu nunggu di motor jadi tiga orang berboncengan,” ungkap Miftah kepada wartawan, Rabu (26/07/2023).
Baca Juga: Diskominfo Kota Sukabumi Bersama BPSDMP Kom Info Gelar Pelatihan Peningkatan Literasi Digital
Ia mengaku menjadi korban pertama, karena duduk di posisi paling depan dan lebih dekat dengan jalan. Jadi saat kejadian dirinya itu sempat kabur, namun terjatuh dengan posisi terlentang sehingga kakinya terkena bacokan.
“Saya posisinya paling depan pintu, yang pertama diserang saya, anak-anak depan saya pada lari, saya mau lari tubrukan dan jatuh. Ini dibacok (kaki), jadi pas jatuh posisi terlentang dan kakinya yang kena,” jelasnya.
Korban lainnya RGF menambahkan, sebelum aksi penyerangan gerombolan bermotor itu sempat bertanya terhadap korban. Namun, belum sempat menjawab pelaku langsung menghunuskan sajam ke arah korban secara membabi buta.
Baca Juga: Pembangunan Jembatan Sudirman Kini Sudah Rampung, Ini Kata Konsultan Pengawas!
“Mereka sempat nanya dulu, budak mana maneh (anak mana kamu red*). Saya gak sempet jawab mereka langsung nyerang, mereka memakai jaket pake masker semua jadi gak ngeliat jelas orangnya,” tambahnya.
Di konfirmasi terpisah, Kapolsek Lembursitu Polres Sukabumi Kota, AKP Agus Suherman menjelaskan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah barang bukti serta memeriksa beberapa saksi yang ada di lokasi.
“Betul tadi ada kejadian bermula dari informasi masyarakat bahwa ada pembacokan dari para pelakunya itu gerombolan bermotor. Korban sedang ngopi duduk di sana kurang lebih empat orang, dua orang membawa sajam dan langsung menyerang mereka,” jelasnya.
Agus mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi, pelaku berjumlah kurang lebih tujuh orang dengan mengendarai tiga motor yang datang dari arah Kabupaten menuju Kota Sukabumi.
“Berdasarkan keterangan warga, pelakunya datang dari arah Kabupaten menuju Kota Sukabumi, kurang lebih ada tujuh orang, yang turun dua orang bawa Sajam,” terangnya.
Lanjut Agus, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait aksi brutal gerombolan bermotor tersebut.
“Adapun langkah kita saat ini yaitu melakukan penyelidikan, mencari saksi, mencari barang bukti termasuk menyusuri CCTV sepanjang jalur untuk dugaan geng motor masih kita dalami,” tandasnya. (Iky).

