KATA SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi berupaya agar para pelaku UMKM atau Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah dapat naik kelas dan pemasarannya melesat.
Salah satunya, yaitu dengan memberikan pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis ekonomi digital kepada pelaku UMKM yang berjuang demi meningkatkan tarap ekonominya.
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, sepanjang 2023 ini sedikitnya sebanyak 500 pelaku UMKM telah difasilitasi untuk memaksimalkan pemasaran melalui media digital.
Baca Juga: Rumah Andri di Nyalindung Sukabumi Ludes Dilalap Api, Begini Kondisinya!
Tidak hanya itu, para pelaku UMKM diajarkan cara-cara memasarkan produknya melalui media sosial seperti TikTok, Shofee, dan lain sebagainya.
“Melalui pelatihan vokasi berbasis ekonomi digital ini, para pelaku UMKM dapat dimaksimalkan kemampuannya dalam penjualan secara digital,” ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.
Terutama mengoptimalkan media sosialnya untuk memperluas pemasaran produk. ”
Tentu harapannya setelah pelatihan pelaku UMKM bisa lebih melesat pemasaran produknya,” ucap Fahmi.
Fahmi membeberkan pelatihan ini bisa digelar karena Pemerintah Kota Sukabumi mendapatkan prestasi dan diberikan hadiah atau reward berupa anggaran dari Pemprov Jabar.
Baca Juga: Distan Kabupaten Sukabumi Mulai Terapkan Penanaman Padi Organik, Ini Tujuannya!
“Setelah berembug dalam rangka recovery ekonomi, maka anggaran diarahkan pada pendidikan pelatihan, dan pendampingan untuk pelaku UMKM,” jelasnya.
Menurutnya, pelaku UMKM sekarang ini tidak perlu ruang besar, sebagaimana perkantoran tidak harus di kantor. Namun yang paling penting jika ingin UMKM meningkat melesat, maka kata kunci membangun desain promosi yang hebat, karena tanpa promosi produk tidak mungkin dikenal.
“Saat ini pemasaran produk sifatnya tidak lagi dari pintu ke pintu atau tatap muka, tetapi sekarang lebih cenderung digital. Ingat teknologi dan zaman berubah dan tidak ada yang bisa menolak teknologi karena yang bisa dilakukan beradaptasi dengan teknologi,” ungkapnya.
Lanjut Fahmi, intinya, dunia nyata dan dunia maya semakin tidak ada jarak. Kalau hanya sebatas alat komunikasi sudah ketinggalan zaman.
Baca Juga: Gegara Bakar Sampah, Pemukiman Warga di Lembursitu Nyaris Dilumat Api
“Maka dari itu ada pelatihan ini agar UMKM naik kelas, manfaatkan HP sebagai alat produksi. Jika pelaku UMKM tidak adaptasi, lambat laun akan tertatih tatih dan harus beradaptasi dengan teknologi dan sekarang dididik,” paparnya.
Kelebihan digital marketing ini, tambah Fahmi di antaranya kecepatan penyebaran produk, kemudahan evaluasi, murah efektif, dan membangun nama brand.
“Terakhir, dengan pelatihan ini UMKM Sukabumi harus melesat dari waktu ke waktu, karena akan makin tumbuh dan berkembang,” pungkasnya.

