SUKABUMI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasim Adnan mengintruksikan kepada Fraksi PKB di DPRD Kabupaten Sukabumi untuk secepatnya membentuk tim kajian berbasis kearifan lokal. Hal itu dilakukan guna memberikan kajian berdasarkan penelitian yang bisa menjadi acuan tata kelola lingkungan di Kabupaten Sukabumi.
Hasim menjelaskan, kajian ini akan melengkapi hasil penelitian lain, terutama dari perspektif budaya dan lingkungan lokal. Hasilnya, kata dia, akan disampaikan secara berjenjang mulai dari Fraksi PKB DPRD Kabupaten Sukabumi hingga ke Fraksi PKB di DPR RI.
“Kita perlu memahami perubahan tata kelola lingkungan yang mungkin menjadi penyebab bencana. Nanti hasilnya akan kita sampaikan secara berjenjang,” ujar Hasim, belum lama ini.
Selain itu, lanjut Hasim, para akademisi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan penjelasan yang objektif kepada masyarakat. Menurutnya, penelitian mereka harus bebas dari berbagai kepentingan, sesuai kaidah ilmiah dan mengungkap apakah sebenarnya berhubungan langsung dengan bencana yang terjadi.
“Kita mendorong para akademisi di Jawa Barat dan khususnya Sukabumi untuk membentuk tim independen yang bertugas melakukan kajian ilmiah di lapangan” ungkapnya.
Tak hanya itu, Hasim juga meminta kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat untuk memberikan klarifikasi mengenai opini masyarakat, jika pertambangan yang ada di wilayah terdampak merupakan salah satu kontribusi terhadap bencana tersebut.
“Dinas ESDM Jabar memiliki kewenangan terkait dengan pengawasan dan perizinan tambang di tingkat provinsi. Apakah keberadaan tambang ini benar berkontribusi sebagai penyebab bencana atau tidak? Masyarakat butuh kepastian dan kejelasan agar semua pihak tahu bagaimana menyikapi keberadaan tambang ini ke depannya,” cetusnya. (***)

