KATASUKABUMI.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menggelar pembinaan kemandirian bagi warga binaan wanita melalui produksi kue kering dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan keterampilan warga binaan wanita, sekaligus mendukung program Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di lingkungan Lapas.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden pada poin 3 yang termuat pada 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto, yakni penguatan dan peningkatan pendayagunaan warga binaan untuk menghasilkan produk UMKM.
Program ini bertujuan untuk mendorong warga binaan agar dapat berkontribusi secara positif dalam masyarakat, khususnya melalui pengembangan UMKM.
Kasi Binadik dan Giatja Lapas Kelas IIB Sukabumi, Andhika Saputra, menyampaikan bahwa warga binaan wanita di Lapas telah memproduksi berbagai varian kue kering, seperti nastar, kastengel, dan putri salju. Nantinya, produksi kue kering tersebut akan dipasarkan ke dinas terkait dan seluruh petugas Lapas.
“Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan warga binaan dalam memajukan UMKM. Dan juga produk-produk yang dihasilkan itu diharapkan dapat diterima dengan baik oleh pasar,” ujar Andhika, belum lama ini.
Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menegaskan bahwa Lapas Sukabumi berkomitmen untuk terus mendukung program-program pembinaan yang dapat meningkatkan keterampilan warga binaan. Kegiatan produksi kue kering ini juga diharapkan agar warga binaan lebih mandiri dan siap bersaing di dunia usaha setelah menjalani masa pembinaan di Lapas.
“Kami berharap, melalui kegiatan ini, warga binaan dapat memiliki bekal keterampilan yang berguna setelah mereka kembali ke masyarakat, dan mereka juga mendapatkan premi dari hasil penjualan produk-produk ini sehingga dapat ditabung setelah menjalani masa pembinaan di Lapas,” pungkasnya. (Boy)

