KATASUKABUMI.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi kembali menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan lingkungan sehat dan bermartabat melalui penyelenggaraan Dialog Advokasi Percepatan Open Defecation Free (ODF) yang berlangsung di Ruang Oproom Setda Kota Sukabumi, pada Rabu (18/6).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Ketua TP PKK Kota Sukabumi, serta jajaran dari Bappeda Provinsi Jawa Barat, Dinkes, dan unsur lintas sektor terkait.
Dalam kegiatan tersebut dibahas mengenai pencapaian dan kegiatan terkait sanitasi di Kota Sukabumi serta peran Pokja PKP dalam percepatan peningkatan akses sanitasi.
Menurut data dari Dinkes Provinsi Jawa Barat, Kota Sukabumi merupakan kota/kabupaten ke-26 yang sudah mengklaim ODF di Provinsi Jawa Barat, dan untuk diakuinya klaim tersebut maka perlu dilakukan verifikasi lapangan oleh Tim Verifikator tingkat provinsi.
Dalam pemaparan yang disampaikan Dinkes Jawa Barat, diharapkan kegiatan verifikasi lapangan tersebut dapat dilaksanakan pada triwulan III tahun 2025 demi mendukung pencapaian ODF tingkat provinsi. Hal itu disambut baik oleh Wakil Wali Kota Sukabumi yang mendukung dan mendorong SKPD yang terlibat untuk segera mempersiapkan verifikasi lapangan tersebut.
Sementara itu, Bobby menekankan bahwa persoalan buang air besar sembarangan (BABS) bukan semata soal infrastruktur, melainkan menyangkut budaya, kesadaran masyarakat, dan nilai kemanusiaan.
“Kota yang sehat bukan hanya soal jalan dan bangunan megah, tetapi soal bagaimana warganya hidup dalam lingkungan yang bersih dan sadar akan pentingnya sanitasi,” ujar Bobby.
Per Juni 2025, Kota Sukabumi telah mencapai 90,91 persen status ODF, dengan 30 dari 33 kelurahan telah mendeklarasikan diri bebas BABS. Tiga kelurahan lainnya Nyomplong, Warudoyong, dan Kebonjati telah melaksanakan deklarasi pada 29 April 2025 dan sedang menunggu proses verifikasi.
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa tahun ini Pemkot Sukabumi telah mengalokasikan anggaran untuk Perbaikan Bangunan seperti rehabilitasi MCK umum, sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan ODF dan peningkatan akses sanitasi yang layak.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dan terukur dalam memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan demi mewujudkan Kota Sukabumi 100 persen ODF dan terus melangkah menuju akses sanitasi aman, adil, dan berkelanjutan bagi semua warga. (Boy)

