KATASUKABUMI.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi menggeruduk Balai Kota, pada Jumat (1/8). Bahkan, massa aksi juga menggeruduk Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, lantaran kecewa sang kepala daerah tak kunjung menemui massa aksi.
Ketua PC PMII Kota Sukabumi, Bahrul Ulum, mengatakan bahwa aksi tersebut bukan hanya sekadar ekspresi kekecewaan, melainkan juga bentuk peringatan dan dorongan agar pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat. Pasalnya, sudah 3 kali pihaknya melakukan aksi namun tak pernah ditemui oleh Wali Kota Sukabumi.
“Pertama kita sudah ketiga kalinya kita datang untuk menemui Wali Kota dan mempertanyakan isi tuntutan-tuntutan ataupun beberapa tuntutan yang akan disampaikan oleh PC PMII Kota Sukabumi,” ujar Bahrul, kepada awak media.
Ia menjelaskan, aksi hari ini pihaknya melayangkan sejumlah tuntutan, yang pertama yaitu perbaiki persoalan sistem pendidikan di Kota Sukabumi, kedua perbaiki sistem pelayanan publik, ketiga maksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), keempat evaluasi PAD yang membebani rakyat, kelima realisasikan kesehatan gratis, dan keenam keenam mengutuk kolusi dan nepotisme dalam tubuh Pemerintah Daerah Kota Sukabumi,
“Nah yang ketujuh luncurkan program pemberdayaan perempuan, karena kita berangkat dari pada RPJMD 2025-2030, disana tidak ada anggaran yang lebih untuk pemberdayaan terhadap perempuan, sangat disayangkan kiranya, dan yang kedelapan ini mengenai tentang sampah dan krisis ruang terbuka hijau di Kota Sukabumi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Kaderisasi PC PMII Kota Sukabumi, Reza Zein Akbar, menyangkan terhadap Wali Kota Sukabumi yang tak pernah menemui massa aksi, padahal pihaknya sudah tiga kali menggelar aksi unjuk rasa. Menurutnya, apabila Wali Kota Sukabumi mengakui bahwa dirinya benar, seharusnya tidak takut untuk menemui massa aksi.
“Kalaupun memang dia mengakui bahwa dia (Wali Kota Sukabumi) benar gitu kan, seharusnya tidak takut untuk menemui kita, ketika memang hari ini dia menyatakan di media bahwa mahasiswa bukan hanya bisa mengkritik saja. Kita sudah tiga kali gitu kan untuk mengajak bertemu dan menyampaikan apa yang kemudian menjadi fakta realitas masalah hari ini di Kota Sukabumi,” singkatnya. (Boy)

