KATASUKABUMI.com – Kinerja perekonomian Kota Sukabumi selama lima tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan stabil.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) kota ini terus mengalami perbaikan sejak terdampak pandemi COVID-19 pada tahun 2020, dan berhasil mencatatkan pertumbuhan di atas 5 persen dalam dua tahun terakhir.
“Alhamdulillah, kalau melihat data resmi dari BPS, LPE Kota Sukabumi dari 2020 hingga 2024 menunjukan arah yang positif,” ujar Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kota Sukabumi, Erni Agus Riyani, belum lama ini.
Erni menjelaskan, meskipun pada tahun 2020 ekonomi Kota Sukabumi sempat terkontraksi hingga minus 1,48 persen akibat dampak pandemi, namun kondisi tersebut berangsur membaik di tahun-tahun berikutnya.
Tercatat, pada 2021 pertumbuhan ekonomi mencapai 3,373 persen, kemudian meningkat signifikan menjadi 5,35 persen pada 2022. Adapun pada 2023 dan 2024, pertumbuhan ekonomi masing-masing berada di level 5,12 persen dan 5,11 persen.
“Walaupun LPE kita pernah anjlok minus 1,48 persen di tahun 2020, tapi pemerintah mampu memulihkan perekonomian lebih baik lagi,” jelasnya.
Lebih lanjut Erni menyampaikan, capaian ini menempatkan Kota Sukabumi sebagai salah satu daerah dengan tingkat pemulihan ekonomi tercepat di Jawa Barat. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat maupun nasional pada periode yang sama.
Stabilnya pertumbuhan ekonomi tersebut, menurut data BPS Kota Sukabumi, tidak terlepas dari peran aktif sejumlah sektor utama, yakni sektor perdagangan, industri pengolahan, serta jasa pendidikan dan kesehatan. Selain itu, geliat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta peningkatan investasi lokal turut menjadi pendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
“Pemulihan ekonomi Kota Sukabumi menunjukkan arah yang positif dan menjadi pondasi penting untuk mewujudkan target-target pembangunan daerah ke depan,” ujarnya.
Erni menambahkan, capaian pertumbuhan ekonomi selama lima tahun terakhir menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Kota Sukabumi, dalam upaya mencapai sasaran yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Dalam RPJMD tersebut, target LPE ditetapkan pada kisaran 5,24 hingga 7,62 persen.
“Dengan tren pertumbuhan yang konsisten di atas 5 persen sejak 2022, Kota Sukabumi dinilai berada pada jalur yang tepat untuk mencapai sasaran tersebut,” jelas Erni.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah daerah akan terus memperkuat kebijakan ekonomi yang inklusif dan inovatif. Upaya tersebut difokuskan pada peningkatan daya saing daerah, serta penguatan ketahanan ekonomi masyarakat, guna mendukung visi pembangunan daerah, yaitu terwujudnya masyarakat Kota Sukabumi yang Inovatif, Mandiri, Agamis, dan Nasionalis (IMAN).
Pertumbuhan ekonomi yang stabil, lanjut Erni, merupakan salah satu wujud nyata dari arah pembangunan yang sejalan dengan visi tersebut. Berbagai program pengembangan kewirausahaan, digitalisasi UMKM, serta peningkatan investasi di sektor-sektor strategis terus digalakkan.
“Pemerintah Kota Sukabumi juga memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan dan industri untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” pungkasnya. (Boy)

