Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram
Rabu,27 Mei 2026 | 04:20 WIB
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Search
Close
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Home Headline

Awal April 2026, Dinkes Sebut Pasien Penderita Campak di Kota Sukabumi Capai 26 Kasus

admin by admin
April 7, 2026
in Headline, News
0 0
0
Kantor Dinkes Kota Sukabumi, di Jalan Suryakencana, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole. Foto: Nuria Ariawan.

Kantor Dinkes Kota Sukabumi, di Jalan Suryakencana, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole. Foto: Nuria Ariawan.

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

KATASUKABUMI.com – Kasus pasien penderita campak di Kota Sukabumi hingga awal April 2026 kini sudah mencapai 26 kasus. Sementara jumlah suspek penyakit campak mencapai 44 kasus. Adapun 7 kasus lainnya negatif.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Ida Halimah, pada Senin (6/4). Ida mengatakan, dari 36 spesimen yang dikirimkan untuk diperiksa ke laboratorium, teryata masih ada 3 yang hasilnya belum keluar.

“Tidak menutup kemungkinan masih berkembang. Sementara yang negatif hasil pemeriksaan di laboratorium sebanyak 7 kasus,” katanya.

Ida menjelaskan, kasus campak menunjukkan kecenderungan terus meningkat hingga awal 2026, dan pertambahan pasien campak terjadi saat periode mobilitas tinggi seperti Hari Raya Idulfitri. “Perlu diketahui, penularan virus campak sangat cepat. Dan penularan bisa melebihi COVID,” ucapnya.

Dia mengatakan, penularan campak tidak mengenal usia. Hampir semua usia bisa terpapar. Baik anak-anak maupun dewasa berpotensi tertular campak. “Meskipun mayoritas terjadi pada anak-anak yang imunisasinya belum lengkap,” katanya.

Guna mencegah penyebaran makin meluas, kata Ida, Dinkes Kota Sukabumi terus melakukan pemantauan intensif terhadap penyebaran campak. “Kami melakukan serangkaian monitoring langsung disejumlah fasilitas kesehatan seperti puskesmas, serta penelusuran ke lapangan ketika ditemukan kasus di suatu wilayah,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinkes, kasus campak tersebar di seluruh wilayah Kota Sukabumi. Jika dilihat per wilayah kerja puskesmas, jumlah suspek tertinggi ditemukan di Puskesmas Sukabumi dan Puskesmas Karangtengah, masing-masing 7 kasus. Disusul Puskesmas Baros dengan 6 kasus, sementara wilayah lain berkisar antara 1 hingga 4 kasus.

Ida memaparkan, campak merupakan penyakit yang berbahaya, terutama bagi individu dengan imunitas rendah. Penyakit ini berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti infeksi paru-paru hingga kematian. “Kalau imunitas rendah, campak bisa menyebabkan komplikasi, misalnya menyerang paru-paru dan berpotensi fatal,” katanya.

Ida mengatakan, Dinkes Kota Sukabumi dalam waktu dekat akan melaksanakan program imunisasi kejar bagi masyarakat yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Sebelum pelaksanaan, pihaknya juga akan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi petugas lapangan.

Selain itu, lanjut Ida, koordinasi lintas sektor juga akan diperkuat, termasuk melibatkan Kementerian Agama dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan pemahaman pentingnya imunisasi di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung program imunisasi, termasuk aktif dalam kegiatan Posyandu. Peran tokoh agama dan masyarakat juga sangat penting dalam mensosialisasikan pentingnya imunisasi,” pungkasnya.

Tags: CampakDinkesImunisasiKasus Campakkota sukabumi
Previous Post

RSUD R Syamsudin SH Hadirkan Inovasi Layanan Pengantaran Pasien Tanpa Keluarga

Next Post

Musrenbang RKPD 2027, Ayep Zaki Tekankan Sinkronisasi Arah Pembangunan

Next Post
Musrenbang RKPD 2027, Ayep Zaki Tekankan Sinkronisasi Arah Pembangunan

Musrenbang RKPD 2027, Ayep Zaki Tekankan Sinkronisasi Arah Pembangunan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Pergunu Dorong Perda Ponpes, Kota Sukabumi Jangan Hanya Bangga Jadi Kota Santri
  • FK RT-RW Kota Sukabumi : Semakin Diredam Akan Semakin Melawan
  • Kota Santri Tapi Belum Punya Perda Pesantren, Pemkot Sukabumi Mulai Buka Suara
  • Polres Sukabumi Kota Distribusikan Hewan Qurban untuk Puluhan Penerima Manfaat
  • KH. Misbahul Alam : Pesantren Jangan Hanya Dipakai Simbol Kota Santri

Recent Comments

  1. Sgma mengenai Peringati Harlah Pancasila, Gusdurian Sukabumi Upacara di Pinggir Sungai
  2. Jis-Hoe-Enk mengenai 6 Orang jadi Tersangka, Tambang Emas Ilegal di Lahan Perhutani Capai Omset Rp 500 Juta per Minggu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

Ikuti Sosial Media Kami

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Add New Playlist

  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

ALAMAT/NARAHUBUNG

Jl Cemerlang Sukakarya Warudoyong Kota Sukabumi Jawa Barat

Email/Web

katasukabumi@gmail.com

redaksikatasukabumi@gmail.com

Telp/HP:  +62 857-2084-1344

IKUTI MEDSOS KAMI

Facebook Twitter Tiktok Youtube Instagram