Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram
Senin,13 Juli 2026 | 01:43 WIB
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Search
Close
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Home Headline

Rokok Dihisap, Duitnya Menipis

Redaksi by Redaksi
Mei 15, 2026
in Headline, News, Pemerintahan
0 0
0
Bukan Beras, “Demam Emas” Warga Kota  Sukabumi  Sumbang  Inflasi
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

KATASUKABUMI.com — Barangkali inilah ironi paling sopan dalam dunia birokrasi,  rokok tetap dibeli rakyat, asapnya tetap mengepul tiap malam, tetapi dana bagi hasil cukainya justru menyusut separuh lebih.

Tahun ini Pemerintah Kota Sukabumi hanya menerima sekitar Rp3,7 miliar Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Tahun lalu masih Rp8,2 miliar. Artinya, ada pengurangan sekitar 55 persen. Angka yang kalau dipakai bahasa rumah tangga, tadinya cukup beli satu kulkas, sekarang paling dapat rak piring.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Sukabumi, Eneng Rahmi, mengatakan penurunan itu memang cukup terasa terhadap pelaksanaan program tahun ini.

“Ini turun 55 persen dari Rp8,2 miliar ke Rp3,7 miliar,” ujar Eneng saat ditemui katasukabumi.com (13/5) di kantor Bagian Perekenomian Setda Kota Sukabumi.

Meski anggaran menyusut, pembagiannya tetap harus mengikuti aturan pusat. Dana tersebut dibagi ke lima instansi, mulai dari bidang kesehatan, ketenagakerjaan, komunikasi, penegakan hukum, hingga pembinaan lingkungan sosial.

“Persentasenya memang sudah ditentukan dari sana. Jadi kita menyesuaikan dengan alokasi yang kita punya,” katanya.

Sebagian dana dipakai untuk BPJS masyarakat. Sebagian lagi untuk pelatihan kerja, pekerja migran, digitalisasi, sampai kerajinan tangan. Ada juga yang masuk ke penegakan hukum dan kesehatan.

Di Dinas Tenaga kerja Kota Sukabumi saja, anggaran untuk BPJS disebut mencapai sekitar Rp749 juta. Sisanya dipakai untuk berbagai pelatihan keterampilan masyarakat.

“Kalau untuk Disnaker, itu ke BPJS sekitar Rp749 jutaan. Kemudian untuk pelatihan-pelatihan sekitar Rp740 jutaan,” ucap Eneng.

Yang menarik, DBHCHT ini nasibnya seperti anak kos yang diawasi orang tua kaya. Uangnya boleh dipakai, tetapi geraknya diawasi terus. Bahkan kegiatan sosialisasi pun tidak bisa sekadar pasang spanduk lalu bubar sambil membawa nasi kotak.

“Kalau sosialisasi itu enggak bisa sembarangan. Bea Cukai pusat juga hadir. Jadi bukan sekadar sosialisasi biasa,” katanya.

Eneng menyebut pengawasan terhadap DBHCHT jauh lebih ketat dibanding anggaran lain. Hampir setiap bulan pemerintah daerah harus mengikuti evaluasi bersama pemerintah pusat.

“DBHCHT itu ketat sekali. Setiap bulan ada Zoom evaluasi,” ujarnya.

Di negeri ini memang unik. Rakyat membeli rokok batangan dengan uang receh, sementara pemerintah perlu rapat berkali-kali untuk memastikan uang cukainya tidak salah jalan.

Namun Pemkot mengaku tetap berusaha agar dana yang ada benar-benar menyentuh masyarakat dan bukan hanya menjadi kegiatan seremonial.

“Kayaknya sekarang sudah enggak ada yang seremonial deh. BPJS itu langsung ke masyarakat desil satu dan desil dua,” kata Eneng.

Eneng juga menjelaskan sebagian anggaran diarahkan untuk peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan kerja dan pengembangan keterampilan digital masyarakat.

“Kita pengennya meningkatkan SDM juga. Ada pelatihan kerja, digitalisasi, kerajinan, termasuk pekerja migran,” ujarnya.

Tetapi pertanyaan kecil tetap menggelitik, mengapa dana bisa tersisa tiap tahun padahal kebutuhan rakyat tak pernah benar-benar selesai?

Jawabannya khas birokrasi modern, harga barang berubah-ubah.

Eneng mencontohkan, pemerintah bisa saja merencanakan membeli empat barang dalam satu anggaran. Tetapi ketika harga naik, jumlah barang otomatis berkurang dan menyisakan anggaran.

“Misalnya kita rencanakan beli empat unit. Ternyata harga barang naik, akhirnya cuma cukup beli tiga. Nah itu jadi sisa anggaran,” jelasnya.

Sisa anggaran itu tidak bisa langsung dipakai lagi begitu saja. Dana harus dikembalikan dulu ke negara sebelum nantinya dihitung kembali pada tahun berikutnya.

Jadi begitulah nasib uang cukai. Rokoknya habis dibakar rakyat, tetapi uangnya harus berputar lebih lama di meja-meja administrasi.

Dan di tengah asap yang tetap mengepul itu, pemerintah kini harus belajar satu hal, mengurus uang yang makin sedikit, dengan kebutuhan warga masyarakat yang tak pernah ikut mengecil. (R)

Tags: Bagian Perekonomian SetdaDana Bagi Hasil Cukai Hasil TembakauDBHCHTpemkot sukabumiRokok
Previous Post

Aktif Serap Aspirasi Dan Berdakwah, Iyus Perkuat Kedekatan Dengan Masyarakat

Next Post

Kehadiran Satpam di Lapang Merdeka Sukabumi Tuai Apresiasi, Sampah Berkurang Drastis

Next Post
kawasan Lapang Merdeka Kota Sukabumi. Foto: Nuria Ariawan

Kehadiran Satpam di Lapang Merdeka Sukabumi Tuai Apresiasi, Sampah Berkurang Drastis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Kunjungan Perdana, Kakanwil Ditjenpas Jabar Laksanakan Monev di Lapas Sukabumi
  • Baca dengan Tartil, Hidup Mulia Bersama Al-Qur’an, Iyus Yusuf Apresiasi Wisuda Tahsin se-Kota Sukabumi
  • Ivan Alghifari Kritik DPRD Kota Sukabumi: Jangan Takut PAW Jika Benar-Benar Bekerja untuk Rakyat
  • Vega Sukmayudha Pasang Badan untuk Korban Alpindo: Jangan Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri
  • Aksi AKBAR 2626 Hadiahi Wali Kota Sukabumi Piagam “Penguasa Sombong”, Tampar Keras Kekuasaan di Balai Kota

Recent Comments

  1. Sgma mengenai Peringati Harlah Pancasila, Gusdurian Sukabumi Upacara di Pinggir Sungai
  2. Jis-Hoe-Enk mengenai 6 Orang jadi Tersangka, Tambang Emas Ilegal di Lahan Perhutani Capai Omset Rp 500 Juta per Minggu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

Ikuti Sosial Media Kami

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Add New Playlist

  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

ALAMAT/NARAHUBUNG

Jl Cemerlang Sukakarya Warudoyong Kota Sukabumi Jawa Barat

Email/Web

katasukabumi@gmail.com

redaksikatasukabumi@gmail.com

Telp/HP:  +62 857-2084-1344

IKUTI MEDSOS KAMI

Facebook Twitter Tiktok Youtube Instagram