Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram
Rabu,27 Mei 2026 | 08:23 WIB
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Search
Close
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Home Headline

Pemkot Sukabumi Gelar Rakor Evaluasi Pengisian Indikator Stunting, Ini Tujuannya!

admin by admin
Desember 2, 2025
in Headline, Pemerintahan
0 0
0
Pemkot Sukabumi Gelar Rakor Evaluasi Pengisian Indikator Stunting, Ini Tujuannya!
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

KATASUKABUMI.com – Kota Sukabumi terus memperkuat komitmen percepatan penurunan stunting melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pengisian Capaian Indikator Stunting pada platform Monitoring Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Rakor ini digelar di Ruang Pertemuan Bappeda pada Senin (2/12), dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, perangkat daerah, kecamatan, operator PLKB, dan puskesmas se-Kota Sukabumi.

Dalam arahannya, Bobby menegaskan bahwa Kota Sukabumi telah menunjukkan lompatan besar dalam menurunkan prevalensi stunting.

“Berdasarkan data, prevalensi stunting pada tahun 2023 tercatat 26,9 persen, dan berhasil kita tekan menjadi 19,7 persen pada tahun 2024. Penurunan signifikan ini menegaskan bahwa arah kebijakan kita berada di jalur yang benar,” ujar Bobby.

Ia juga menyampaikan bahwa kerja kolektif Kota Sukabumi telah mendapatkan pengakuan formal. “Kota Sukabumi meraih penghargaan sebagai kota berkinerja terbaik dalam pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting tingkat Jawa Barat Tahun 2024, dan pada tahun 2025 memperoleh insentif fiskal kategori penurunan stunting dari Kementerian Keuangan RI,” ungkapnya.

Namun, Bobby mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak lengah. Target penurunan stunting kini telah menjadi indikator prioritas dalam RPJMD Kota Sukabumi 2025–2029, dengan sasaran bertahap dari 18,07 persen pada 2025 hingga 13,36 persen pada 2029.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kualitas pengisian data stunting. “Kualitas pengisian indikator bukan sekadar kewajiban administrasi, tetapi instrumen strategis untuk memastikan kita tetap berada pada jalur target.”

Rakor ini bertujuan memastikan data yang diunggah ke platform Kemendagri akurat, valid, dan terkini. Data yang tepat menjadi syarat utama pengambilan keputusan berbasis bukti, sehingga intervensi stunting tidak salah sasaran.

Forum ini juga memperkuat akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan amanat Perpres Nomor 72 Tahun 2021, sekaligus memungkinkan pemerintah pusat memonitor program dan penggunaan anggaran daerah secara real time.

Selain fungsi pemantauan, rakor juga menjadi wadah konvergensi lintas sektor. Stunting merupakan isu kompleks yang tidak dapat ditangani satu dinas saja.

Pertemuan ini menyatukan OPD dari sektor kesehatan, sanitasi, hingga ketahanan pangan agar program berjalan selaras dan efisien. Hal tersebut untuk memastikan sumber daya digunakan optimal dan memberi dampak kolektif dalam menekan prevalensi stunting.

Bobby juga menyoroti pentingnya kerja dari hulu, terutama perhatian kepada calon pengantin dan intervensi gizi berkelanjutan.

Ia menyebutkan penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan disinergikan dengan Kawasan Makan Produktif (KMP). “Ekosistem ini harus tumbuh sehingga tidak ada markup harga, dan ekonomi masyarakat dapat meningkat.”

Dalam konteks penilaian kinerja stunting nasional, Bobby menerangkan bahwa ada tiga tujuan utama yang harus dipahami seluruh peserta: mengukur efektivitas program, mengidentifikasi praktik terbaik, dan memberikan rekomendasi perbaikan.

Penilaian didasari tiga indikator utama-kelengkapan data, akurasi data, dan ketepatan waktu pelaporan-yang menurutnya harus dijaga dengan disiplin tinggi.

Ia juga menjelaskan bahwa penilaian nasional dilakukan melalui tiga komponen besar, pelaksanaan aksi konvergensi oleh Kemendagri, capaian layanan oleh Kemenkes dan PUPR, serta efektivitas konvergensi desa oleh Kemendes PDTT. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh sektor dan wilayah memiliki peran yang tidak dapat dipisahkan.

Menutup arahannya, Bobby menyampaikan tiga instruksi, “Pastikan seluruh indikator terisi lengkap, konsisten, dan berbasis data lapangan, perkuat koordinasi lintas OPD serta kecamatan dan kelurahan agar data mencerminkan kondisi riil, dan jaga ketepatan waktu pelaporan karena ritme program sangat bergantung pada disiplin administrasi.

Ia juga menambahkan keyakinannya terhadap para petugas. “Saya percaya petugas bisa mengisinya tepat waktu. Semoga anggaran untuk kader posyandu juga dapat kita tingkatkan,” ujarnya.

Dengan rakor ini, Kota Sukabumi meneguhkan langkah strategis menuju target new zero stunting pada 2026, sekaligus mempertahankan konsistensi sebagai daerah berprestasi dalam percepatan penurunan stunting di tingkat nasional.

Tags: Bappedakota sukabumipemkot sukabumiRakor EvaluasiStunting
Previous Post

Kredensialing Pelayanan Kemoterapi, RS Bunut Terima Kunjungan Tim BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Jabar

Next Post

Hari Bakti PU ke-80 di Sukabumi: Wali Kota Resmikan Gapura Batas Kota dan Serahkan Bantuan Sosial

Next Post
Hari Bakti PU ke-80 di Sukabumi: Wali Kota Resmikan Gapura Batas Kota dan Serahkan Bantuan Sosial

Hari Bakti PU ke-80 di Sukabumi: Wali Kota Resmikan Gapura Batas Kota dan Serahkan Bantuan Sosial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Pergunu Dorong Perda Ponpes, Kota Sukabumi Jangan Hanya Bangga Jadi Kota Santri
  • FK RT-RW Kota Sukabumi : Semakin Diredam Akan Semakin Melawan
  • Kota Santri Tapi Belum Punya Perda Pesantren, Pemkot Sukabumi Mulai Buka Suara
  • Polres Sukabumi Kota Distribusikan Hewan Qurban untuk Puluhan Penerima Manfaat
  • KH. Misbahul Alam : Pesantren Jangan Hanya Dipakai Simbol Kota Santri

Recent Comments

  1. Sgma mengenai Peringati Harlah Pancasila, Gusdurian Sukabumi Upacara di Pinggir Sungai
  2. Jis-Hoe-Enk mengenai 6 Orang jadi Tersangka, Tambang Emas Ilegal di Lahan Perhutani Capai Omset Rp 500 Juta per Minggu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

Ikuti Sosial Media Kami

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Add New Playlist

  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

ALAMAT/NARAHUBUNG

Jl Cemerlang Sukakarya Warudoyong Kota Sukabumi Jawa Barat

Email/Web

katasukabumi@gmail.com

redaksikatasukabumi@gmail.com

Telp/HP:  +62 857-2084-1344

IKUTI MEDSOS KAMI

Facebook Twitter Tiktok Youtube Instagram