FT : Pengasuh pondok pesantren Attaqwa, KH. Misbahul Alam
KATASUKABUMI.com – Wacana pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Pesantren di Kota Sukabumi terus mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Kali ini, dukungan datang dari kalangan pengasuh pondok pesantren yang menilai keberadaan perda sudah menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan sosial masyarakat.
Pengasuh pondok pesantren Attaqwa, KH. Misbahul Alam mengatakan, pesantren selama ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Sukabumi. Bukan hanya sebagai tempat pendidikan agama, tetapi juga ruang pembinaan moral dan pembentukan karakter generasi muda.
“Pesantren itu bukan sekadar tempat anak belajar kitab. Di dalamnya ada pendidikan akhlak, kedisiplinan, dan cara hidup bermasyarakat,” ujarnya kepada katasukabumi.com di ponpes Attaqwa Jalan Sindangsari Kampung Cipanengah Kelurahan Sindangsari Kecamatan Lembursitu (26/5)
Menurutnya, di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, keberadaan pesantren justru semakin penting. Sebab tantangan generasi muda hari ini bukan hanya soal pendidikan formal, tetapi juga persoalan moral dan arah kehidupan sosial.
Ia menilai, Kota Sukabumi yang selama ini dikenal sebagai kota santri seharusnya mulai memikirkan penguatan pesantren melalui kebijakan yang lebih nyata.
“Jangan sampai pesantren hanya dipakai simbol kota santri, tapi keberlangsungannya tidak benar-benar dipikirkan,” katanya.
KH. Misbahul Alam menjelaskan, pesantren selama ini tumbuh dari kekuatan masyarakat. Banyak pondok berdiri dengan keterbatasan fasilitas, namun tetap bertahan karena adanya semangat gotong royong dan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan pesantren.
Karena itu, menurutnya, keberadaan Perda Pesantren nantinya bukan untuk mengatur kehidupan pesantren secara berlebihan, melainkan sebagai bentuk dukungan dan keberpihakan pemerintah daerah terhadap pendidikan berbasis keagamaan.
“Perda itu bukan untuk mengintervensi pesantren. Tapi bagaimana pemerintah hadir memberi dukungan,” ujarnya.
Ia juga menilai, penguatan pesantren penting sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Kota Sukabumi.
Sebab pembangunan kota, kata beliau, tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata.
“Apa artinya kota maju kalau manusianya kehilangan arah,” katanya.
Menurut KH Misbahul Alam, pesantren selama ini tetap bertahan menjaga nilai-nilai moral masyarakat di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks.
Di saat banyak orang sibuk mengejar pembangunan gedung dan pertumbuhan ekonomi, pesantren diam-diam masih sibuk mengajarkan adab, kesabaran dan cara hidup yang benar kepada generasi muda.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi mulai serius mendorong pembahasan Perda Pesantren sebagai bagian dari arah pembangunan kota ke depan.
“Kalau ingin membangun kota yang baik, manusianya juga harus dibangun. Dan pesantren sudah lama melakukan itu,” pungkasnya. (Ran)

