KATASUKABUMI.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi hingga saat ini belum menemukan kasus influenza tipe A varian H3N2 atau yang dikenal dengan istilah superflu. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina.
Kendati demikian, pihaknya belum melakukan pemeriksaan spesimen influenza, tetapi data kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) yang dimiliki Dinkes itu tidak menunjukkan adanya peningkatan kasus influenza.
Dia mengatakan, hingga pekan ke-51 tahun 2025 terjadi sebanyak 598 kasus ISPA di Kota Sukabumi. Namun pekan selanjutnya, jumlah ini mengalami penurunan hingga 580 kasus. “Begitu pun dengan kasus ILI (Influenza Like Illness). Pada minggu ke-51 tercatat 24 kasus, namun di minggu ke-52 mengalami penurunan di 15 kasus,” jelasnya.
Menurutnya, superflu menyebar sebagaimana flu biasanya, seperti melalui droplet atau partikel cairan yang terpercik ketika seseorang yang tengah mengidap flu batuk ataupun bersin. “Gejalanya hampir sama dengan flu biasanya, ada demam, kemudian sakit kepala, sakit menelan atau sakit tenggorokan,” ujarnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) agar terhindar dari penyakit ini. Masyarakat pun diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat seandainya terserang penyakit flu.
“Influenza itu lebih banyak menular di usia anak–anak, lansia, ibu hamil, dan kelompok orang dengan penyakit penyerta. Secara umum imbauannya adalah terapkan PHBS, gunakan masker apabila sedang flu dan batuk, cuci tangan secara rutin, istirahat cukup, dan jaga daya tahan tubuh,” pungkasnya.

