KATASUKABUMI.com – Walikota Sukabumi Ayep Zaki melontarkan gagasan besar mengenai wajah Kota Sukabumi dalam satu dekade ke depan. Ia menginginkan Kota Sukabumi memiliki kawasan pusat kota modern yang terintegrasi sebagai identitas sekaligus pusat aktivitas ekonomi.
Gagasan tersebut disampaikan Ayep kepada sejumlah awak media usai pelantikan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sukabumi periode 2025-2030 di Gedung Dekranasda Kota Sukabumi Jalan Kenari,Senin (22/6/2026).
Menurut Ayep, hingga saat ini Kota Sukabumi dinilai belum memiliki kawasan sentral perkotaan yang benar-benar representatif dan menjadi ikon kota.
“Kita harus punya kota. Sekarang sentral kotanya mana? Kita harus desain. Di situ ada pusat perkantoran, pusat niaga, hotel, mal bahkan apartemen yang terintegrasi dalam satu kawasan,” ujar Ayep kepada katasukabumi.com.
Ia mencontohkan sejumlah kota besar yang memiliki kawasan pusat aktivitas yang jelas sehingga menjadi identitas sekaligus penggerak ekonomi daerah.
Karena itu, Pemerintah Kota Sukabumi berencana mulai menyusun desain pembangunan jangka panjang untuk mewujudkan kawasan pusat perkotaan tersebut.
“Minimal kita bermimpi dulu. Kita desain untuk 10 tahun ke depan. Ini bukan pekerjaan jangka pendek,” katanya.
Ayep mengakui, untuk merealisasikan gagasan tersebut dibutuhkan investasi dengan nilai yang sangat besar. Bahkan, menurutnya, kebutuhan anggaran bisa mencapai triliunan rupiah.
“Kalau hanya Rp100 miliar sampai Rp200 miliar, itu mah perumahan saja. Untuk membangun kawasan kota yang terintegrasi, investasinya bisa mencapai Rp2 triliun sampai Rp3 triliun,” jelasnya.
Meski demikian, Ayep menegaskan langkah awal yang harus dilakukan saat ini adalah menyusun perencanaan dan desain kawasan secara matang agar arah pembangunan Kota Sukabumi ke depan memiliki tujuan yang jelas.
“Yang penting sekarang kita punya visi dan desain. Kota Sukabumi harus memiliki sentral kota yang representatif dan mampu menjadi kebanggaan masyarakat,” katanya.
Selain menyoroti pembangunan kawasan perkotaan, Ayep juga meminta pengurus Dekranasda untuk fokus memperkuat produk unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Menurutnya, terdapat tiga sektor kerajinan yang akan menjadi prioritas pengembangan, yakni kerajinan batik, kerajinan tas, dan kerajinan batu.
“Saya minta pengurus mencari dan memperkuat apa yang menjadi unggulan. Ada tiga, yaitu batik, tas dan batu. Tiga ini harus diperkuat agar bisa dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Ayep menambahkan, pengembangan produk unggulan tersebut harus dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk dikaitkan dengan rencana pembangunan kawasan industri dan pengembangan sektor pariwisata di Kota Sukabumi.
“Yang penting sekarang adalah kolaborasi. Semua harus bersinergi untuk memajukan Kota Sukabumi,” pungkasnya. (R)

