KATASUKABUMI.com – Anggota Komisi I DPRD Kota Sukabumi, Suhud Jaya Kusuma, menggelar reses masa persidangan ke III tahun sidang 2024-2025. Kegiatan tersebut digelar di halaman SDN Pintukisi, Jalan Siliwangi, Kecamatan Cikole, pada Selasa (3/6).
Dalam kegiatan reses ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada wakil rakyatnya.
Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, ada salah asatu warga yang menyoroti persoalan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di tepi jalan. Pasalnya, keberadaan TPS tersebut dianggap menimbulkan bau tak sedap dan merusak estetika lingkungan.
Menanggapi keluhan tersebut, Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah solutif.
“Masalah ini sudah masuk dalam perhatian pemerintah. Rencananya, akan dibangun TPS baru di lokasi yang telah disepakati bersama warga,” ujar Suhud, kepada awak media usai kegiatan.
Selain persoalan lingkungan, kata Suhud, warga juga mempertanyakan mekanisme Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Pasalnya, banyak orang tua yang mengaku bingung dan cemas saat menentukan pilihan sekolah, karena muncul anggapan bahwa hanya sekolah tertentu yang berkualitas.
Ia pun menyayangkan persepsi tersebut dan menegaskan bahwa seluruh sekolah di Sukabumi memiliki standar mutu yang layak. “Kami mencermati adanya kebingungan masyarakat soal SPMB ini. Ke depan, kami akan dorong agar sosialisasi dilakukan lebih menyeluruh dan intensif,” jelasnya.
Politisi Partai Golkar itu juga menegaskan, kegiatan reses ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen untuk menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat ke pihak eksekutif dan dinas terkait.
“Kami siap berkoordinasi dengan komisi dan mitra kerja, serta menyampaikan langsung kepada Wali Kota agar aspirasi yang mendesak bisa segera ditindaklanjuti,” terangnya.
Selain itu, ia juga mendorong kolaborasi lintas komisi di DPRD Kota Sukabumi. Hal ini guna memastikan respons cepat terhadap setiap masukan maupun aspirasi dari warga.
“Insya Allah, hasil reses ini akan kami kawal agar tidak hanya menjadi laporan di atas kertas, tapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan,” pungkasnya. (Boy).

