KATASUKABUMI.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Sukabumi, pada Rabu (11/6).
Pantauan dilapangan, massa aksi tiba di Balai Kota sekira pukul 14.47 WIB, dan langsung menyampaikan beberapa sejumlah tuntutan terkait dengan evaluasi 111 hari kinerja Wali Kota-Wakil Wali Kota Sukabumi.
Selain itu, di lokasi aksi unjuk rasa juga di jaga sejumlah petugas gabungan. Hal itu guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan, petugas juga melakukan rekayasa arus lalu lintas guna mengantisipasi terjadinya kemacetan di lokasi aksi unjuk rasa.
Ketua PC PMII Kota Sukabumi, Bahrul Ulum, mengatakan bahwa aksi tersebut bukan hanya sekadar ekspresi kekecewaan, melainkan juga bentuk peringatan dan dorongan agar pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat.
“Ada 12 tuntutan yang kami sampaikan. Terutama perihal kebijakan yang kami nilai justru tidak pro rakyat,” tegas Bahrul di sela-sela orasinya.
Mahasiswa juga menyoroti berbagai aspek penting yang menjadi tanggung jawab pemerintah, seperti layanan kesehatan, pendidikan, reformasi birokrasi, hingga perlindungan ruang terbuka hijau. Mereka menilai bahwa hingga kini, belum ada langkah konkret dari pemerintah kota dalam menjawab tantangan-tantangan tersebut.
“Masih banyak yang harus dibenahi saat ini. Janji-janji politik Wali Kota Sukabumi jangan hanya sebatas janji kampanye tanpa realisasi,” kata Bahrul.
Ia juga mengkritisi kinerja pemerintahan Ayep-Bobby yang dinilai lebih fokus pada seremonial dan pencitraan daripada aksi nyata.
“Banyak program hanya berhenti pada wacana tanpa memberikan dampak riil terhadap kualitas hidup warga. Sampai 111 hari ini, belum terlihat gebrakan nyata dari pemerintah kota yang mampu menyelesaikan persoalan-persoalan mendesak,” tandasnya.
Berikut sejumlah tuntutan yang dilayangkan PC PMII Kota Sukabumi.
- Hentikan kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap kepentingan masyarakat Kota Sukabumi.
- Realisasikan layanan kesehatan gratis di seluruh Puskesmas dan fasilitas layanan dasar lainnya.
- Mengutuk kolusi dan nepotisme dalam tubuh Pemerintah Daerah Kota Sukabumi.
- Mengancam rangkap tiga jabatan struktural dalam tubuh Pemerintah Daerah Kota Sukabumi.
- Tindak tegas ASN Kota Sukabumi yang melanggar etika dan norma kepegawaian.
- Menuntut untuk perluasan dan perlindungan ruang terbuka hijau (RTH) serta peningkatan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
- Luncurkan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan anggaran khusus.
- Pemerataan akses dan kualitas pendidikan serta tuntaskan kekosongan kepala sekolah, dan hentikan praktik jual beli LKS dan pungli pendidikan.
- Realisasikan tunjangan kinerja guru se-Kota Sukabumi sesuai janji kampanye.
- Melakukan audit menyeluruh terhadap semua sumber PAD, optimalisasi aset daerah, penertiban pajak dan retribusi usaha serta pembentukan satuan tugas khusus optimalisasi PAD.
- Evaluasi PAD yang membebani rakyat dan pastikan kebijakan berpihak kepada pelayanan publik.
- PMII Kotabumi akan terus mengawal kinerja Pemerintah Daerah Kota Sukabumi sampai tuntutan kami dilaksanakan. (Boy)

