KATASUKABUMI.com- Di tengah arus modernisasi dan minimnya ruang gerak bagi anak muda di desa, sosok Ujang Muhlis hadir membawa semangat perubahan. Mahasiswa Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi itu memilih menjadikan organisasi bukan sekadar tempat berdiskusi, melainkan sarana pengabdian nyata bagi masyarakat.
Berbekal pengalaman kaderisasi di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), pemuda yang akrab disapa Njes ini aktif menggerakkan pemuda di wilayah Pajampangan, khususnya Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Menurut Ujang, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerahnya sendiri.
“PMII mengajarkan saya bahwa perubahan tidak cukup hanya dibicarakan. Harus ada langkah nyata agar pemuda bisa hadir dan memberi dampak bagi lingkungannya,” ujar Ujang kepada katasukabumi.com (13/5)
Semangat tersebut kemudian melahirkan komunitas Pemuda Bergerak pada 25 Agustus 2024. Bersama rekan-rekannya, yakni Rizki Maulana, Ilham Tri Cahya dan Dika, Ujang membangun ruang kolaborasi bagi pemuda Selatan Sukabumi agar lebih aktif, kreatif dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.
Menurut Ujang, komunitas ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga wadah pengembangan gagasan, kegiatan sosial, olahraga, hingga diskusi publik.
“Selama perjalanan kita sudah melakukan beberapa kegiatan kaya, turnamen Futsal U-19 , Kegiatan sosial, keagamaan dan diskusi terkait kepemudaan” kata Ujang .
Tak berhenti pada kegiatan sosial dan diskusi, Ujang Muhlis dan rekan-rekannya juga tengah menyiapkan agenda bertajuk JamPunk Football. Program ini dirancang sebagai ajang silaturahmi dan kolaborasi antar komunitas pemuda di wilayah Pajampangan.
“Kami ingin membangun ruang positif agar pemuda di Jampang bisa saling terhubung, berkolaborasi, dan bergerak bersama untuk hal-hal yang bermanfaat,” tambahnya.
Kisah Ujang Muhlis menjadi gambaran bagaimana gerakan mahasiswa dapat tumbuh menjadi aksi sosial yang berdampak langsung di masyarakat. Lewat Pemuda Bergerak, ia ingin menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari desa, oleh pemuda yang memiliki kepedulian dan keberanian untuk bergerak.
Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, semangat seperti inilah yang menjadi harapan baru bagi masa depan Pajampangan dan Kabupaten Sukabumi.

