KATASUKABUMI.com/KABUPATEN SUKABUMI — Di sebuah gedung olahraga yang lantainya sudah akrab dengan bunyi sepatu dan teriakan pelatih, 123 anak muda berdiri membawa harapan yang bentuknya sederhana, lolos seleksi.
Mereka datang dari berbagai penjuru Kabupaten Sukabumi. Ada yang mungkin berangkat sejak subuh. Ada yang membawa bekal dari rumah. Ada pula yang diam-diam membawa doa ibunya di saku celana training.
Pada hari Sabtu (16/5), di GOR Pemuda Cisaat, bola voli bukan lagi sekadar olahraga. Ia berubah menjadi jalan kecil menuju masa depan.
Pengurus Cabang Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) KONI Dinas Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sukabumi akhirnya mengumumkan 12 atlet terbaik U-17 putra dan putri yang akan mewakili daerah ini pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA) Jawa Barat 2026 di Kabupaten Bogor.
Dari 123 peserta, hanya 12 yang dipanggil namanya.
Begitulah olahraga bekerja. Ia tidak mengenal kasihan. Tetapi justru dari situlah watak ditempa.
Ketua PBVSI Kabupaten Sukabumi, Eki Rukmansyah, mengatakan proses seleksi berlangsung ketat karena semua peserta datang dengan kemampuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Setelah melalui penilaian fisik, teknik, taktik, dan mental bertanding, akhirnya kami menentukan 12 pemain inti,” katanya kepada katasukabumi.com,Sabtu (16/5).
Menurut Eki, tugas panitia bukan sekadar memilih siapa yang paling tinggi melompat atau paling keras melakukan smash. Tetapi juga melihat siapa yang paling siap membawa nama Kabupaten Sukabumi dalam tekanan pertandingan.
“Semua anak yang datang memiliki bakat luar biasa. Ada yang tekniknya bagus, ada yang mentalnya kuat, ada juga yang punya semangat bertanding sangat tinggi. Tetapi tim pelatih harus memilih pemain yang paling siap untuk kebutuhan tim,” ujarnya.
Kalimat itu terdengar biasa saja. Tetapi di baliknya ada puluhan wajah yang harus belajar menerima kenyataan. Bahwa kerja keras kadang belum cukup dan mimpi kadang harus menunggu giliran.
Namun Sukabumi agaknya sedang memiliki gairah baru dalam olahraga bola voli. Seratus lebih peserta dalam satu seleksi bukan angka kecil. Itu pertanda kampung-kampung di Kabupaten Sukabumi masih melahirkan anak-anak yang lebih senang memukul bola ketimbang memukul meja warnet.
Eki sendiri mengaku antusiasme tahun ini sangat tinggi.
“Banyaknya peserta menunjukkan pembinaan bola voli di tingkat akar rumput berjalan baik. Ini menjadi modal penting bagi masa depan olahraga voli di Kabupaten Sukabumi,” katanya.
Ia juga optimistis, jika skuad muda Sukabumi mampu di ajang POPWILDA nanti.
“Kami tidak ingin hanya menjadi peserta. Anak-anak ini punya potensi untuk bersaing di papan atas. Kalau disiplin latihan terus dijaga, kami optimistis bisa membawa prestasi terbaik untuk Sukabumi,” ungkapnya.
POPWILDA Jawa Barat 2026 akan berlangsung pada 15 Juni hingga 10 Juli mendatang dengan Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah. Waktu yang tersisa tinggal hitungan pekan.
Karena itu, 12 atlet terpilih ini akan langsung masuk pemusatan latihan intensif. Mereka akan belajar bukan hanya tentang smash dan blocking, tetapi juga tentang cara memikul nama daerah di dada jersey mereka.
“Kami akan fokus membangun kekompakan tim, memperkuat mental bertanding, dan meningkatkan disiplin latihan. Karena di level seperti POPWILDA, kemampuan saja tidak cukup kalau mental bertandingnya lemah,” tutur Eki.
Kabupaten Sukabumi tentu berharap pulang membawa medali emas.
Tetapi kadang, kemenangan terbesar olahraga bukanlah medali itu sendiri. Melainkan ketika anak-anak muda masih mau berlari mengejar prestasi di tengah zaman yang terlalu sering menawarkan jalan pintas.(Ran)

