Foto: Kepala Sekolah SMK Hassina Sukabumi, Fajar Anugrah Wijaya
KATASUKABUMI.com — Ada sekolah yang sibuk mengejar angka. Ada pula sekolah yang diam-diam sedang menyiapkan manusia.
Di tengah riuh dunia pendidikan yang sering terjebak pada urusan ranking, seragam mahal dan foto-foto seremoni, SMK Hassina Sukabumi memilih jalan yang sedikit berbeda. Mereka tidak hanya membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, tetapi juga membuka harapan bagi orang tua yang ingin anaknya pintar tanpa kehilangan akhlak.
Kepala Sekolah SMK Hassina, Fajar Anugrah Wijaya mengatakan, sekolah tidak ingin sekadar mencetak lulusan yang pandai menjawab soal, namun gagap menghadapi kehidupan.
“Anak-anak hari ini membutuhkan pendidikan yang seimbang. Mereka harus punya ilmu, keterampilan, juga karakter dan moral yang baik,” katanya kepada katasukabumi.com, Sabtu (16/5)
Kalimat itu terdengar sederhana. Tetapi justru kesederhanaan sering kali menyimpan kesungguhan.
SMK Hassina tampaknya memahami satu hal penting, zaman sudah berubah. Dunia kerja hari ini tidak cukup hanya dengan ijazah. Orang bisa saja hafal teori akuntansi, tetapi belum tentu jujur. Bisa memahami komputer, tetapi belum tentu disiplin. Bisa pandai berbicara, tetapi belum tentu tahu sopan santun.
Karena itu, sekolah yang berada di Jalan Raya Cimuncang Nomor 25 , Sukaraja tersebut mencoba mengkolaborasikan pendidikan kejuruan dengan pendidikan pesantren. Sebuah kombinasi yang kini mulai jarang dicari, padahal diam-diam sangat dibutuhkan.
Fajar melanjutkan, di sekolah ini, siswa tidak hanya belajar Farmasi, Keperawatan, Teknik Komputer dan Jaringan, Manajemen Perkantoran, Akuntansi, atau Bisnis Digital. Mereka juga belajar menghafal Al-Qur’an, memahami kitab, berlatih pidato, hingga membangun kecakapan hidup.
Barangkali di situlah letak perbedaannya.
Sekolah bukan hanya tempat mencetak pencari kerja, tetapi juga tempat membentuk manusia agar tahu bagaimana hidup dijalani.
Fajar Juga menegaskan, pihaknya ingin lulusan SMK Hassina mampu bersaing tanpa kehilangan identitas.
“Kami ingin siswa memiliki kemampuan sesuai kebutuhan industri, tetapi tetap memiliki akhlakul karimah dan mental yang kuat,” ujarnya.
Di zaman ketika banyak anak muda mudah cemas menghadapi masa depan, sekolah memang tidak cukup hanya menjadi ruang belajar. Ia juga harus menjadi tempat bertumbuh.
Karena itu pula, fasilitas dan kegiatan siswa di SMK Hassina tidak dibangun sekadar untuk pajangan brosur. Ada laboratorium, asrama, business centre, hingga berbagai ekstrakurikuler seperti Paskibra, PMR, futsal, basket, pencak silat dan seni.
Sebab sekolah yang baik bukan sekolah yang membuat murid hanya duduk diam. Tetapi sekolah yang memberi ruang agar anak-anak menemukan dirinya sendiri.
SPMB SMK Hassina tahun ini juga dibuka dengan beberapa program potongan biaya dan beasiswa. Sebuah ikhtiar kecil agar pendidikan tidak hanya menjadi milik mereka yang mampu.
Dan mungkin memang begitulah seharusnya sekolah bekerja.
Tidak terlalu gaduh menjanjikan masa depan. Tetapi pelan-pelan menyiapkan generasi agar tidak tersesat ketika masa depan benar-benar datang.
Pendaftaran Tahap 1 dibuka mulai 12 Januari hingga 25 April 2026 dan tahap 2 berlangsung pada 27 April hingga 4 Juli 2026.
Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan langsung ke Kampus SMK Hassina, Jalan Raya Cimuncang No.25 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, atau menghubungi Panitia SPMB di nomor 0851-2366-3600.

