KATASUKABUMI.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi terus memperkuat sinergi dengan partai politik dalam upaya meningkatkan kualitas demokrasi dan pendidikan politik masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan silaturahmi antara KPU Kota Sukabumi dan Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan (DPC PKB) Kota Sukabumi yang digelar di Twisters Coffee Jalan Tangkil, Jaya Mekar (24/6/24)
Ketua DPC PKB Kota Sukabumi, Yosep Pujianto, menegaskan bahwa pendidikan politik tidak boleh hanya dilakukan menjelang momentum pemilu. Menurutnya, partai politik memiliki tanggung jawab untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam membangun kesadaran politik warga.
“Perubahan tidak bisa dilakukan secara instan. Pendidikan politik harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika tahapan pemilu dimulai,” ujarnya saat kegiatan silaturahmi tersebut.
Yosep menilai pragmatisme politik masih menjadi tantangan serius dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, partai politik tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk penyelenggara pemilu, pemerintah dan elemen masyarakat lainnya.
“Jika hanya partai politik yang bergerak, tentu tidak akan maksimal. Perlu keterlibatan seluruh stakeholder agar praktik-praktik pragmatisme politik dapat diminimalisir,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Sukabumi, Imam Surisno menyampaikan bahwa selain mempersiapkan aspek teknis penyelenggaraan pemilu, KPU juga tengah menyiapkan sejumlah agenda strategis yang berorientasi pada penguatan demokrasi substantif.
Salah satu program yang tengah disiapkan adalah Sekolah Pemilih yang akan menyasar berbagai segmen masyarakat. Program tersebut dirancang sebagai ruang pendidikan politik bagi masyarakat dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing kelompok.
“Kami melihat masih terdapat berbagai tantangan dalam demokrasi kita, termasuk meningkatnya pragmatisme politik. Karena itu, pendidikan politik harus terus diperkuat melalui berbagai inovasi, salah satunya melalui Sekolah Pemilih” ungkap Imam.
Ia menambahkan, momen saat ini merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat fondasi demokrasi, mengingat tahapan teknis pemilu masih cukup panjang.
“Mumpung masih jauh dari tahapan teknis, ini saat yang tepat untuk memikirkan hal-hal yang lebih strategis dan mendasar dalam pembangunan demokrasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Imam turut menyoroti pentingnya penguatan keterwakilan perempuan dalam politik. Menurutnya, pemenuhan kuota perempuan bukan lagi sekadar formalitas administratif, melainkan telah menjadi aspek penting yang dapat berpengaruh terhadap status kepesertaan partai politik dalam pemilu.
“Keterwakilan perempuan saat ini menjadi sesuatu yang bersifat mandatory. Karena itu, partai politik perlu mempersiapkan kader-kader perempuan terbaiknya sejak sekarang,” jelasnya.
Silaturahmi tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan partai politik dalam mewujudkan demokrasi yang lebih berkualitas, partisipatif dan berorientasi pada pendidikan politik masyarakat. (R)
