KATASUKABUMI.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi terus berinovasi demi menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian bayi (AKB). Pasalnya, hingga saat ini masih menjadi tantangan serius di sektor kesehatan.
Dua program unggulan diluncurkan sebagai ujung tombak upaya tersebut diantaranya, Sinergitas Upaya Penurunan Kematian Ibu (SERIBU) dan Sistem Rujukan Maternal dan Neonatal Terintegrasi (SIRAMAN).
“Program SERIBU mengusung sepuluh strategi krusial untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu, mulai dari penguatan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) berbasis USG obstetri dasar terbatas, pemantauan oleh dokter spesialis kandungan, hingga pendampingan langsung oleh tim ahli,” kata Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah, kepada awak media, Jumat (4/7).
Tidak hanya itu, program ini juga mencakup sosialisasi layanan ANC berkualitas, pemanfaatan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), desk data Pemantauan Wilayah Setempat (PWS), hingga pelatihan dan pembinaan FKTP.
“Ini bukan sekadar pemeriksaan rutin. Kami memastikan ibu hamil mendapatkan layanan terbaik sejak awal kehamilan. Pembinaan FKTP oleh tim ahli dan pelaporan satu pintu menjadi kunci meningkatkan koordinasi serta akurasi data di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, program SIRAMAN hadir sebagai solusi cerdas untuk menghadapi kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Dengan mengandalkan aplikasi WhatsApp sebagai kanal komunikasi utama, fasilitas kesehatan tingkat pertama kini dapat langsung terhubung dengan rumah sakit rujukan tipe B.
“Sistem ini memungkinkan tenaga medis di lapangan segera mendapatkan arahan dari Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) tanpa prosedur rumit yang memperlambat penanganan,” paparnya.
Kombinasi antara pemantauan dini, pelayanan cepat, dan koordinasi lintas fasilitas kesehatan menjadikan dua program ini sebagai harapan baru dalam menyelamatkan nyawa ibu dan bayi di Kota Sukabumi.
“Semoga dengan berbagai upaya yang dilakukan dapat membuahkan hasil sesuai harapan,” pungkasnya. (Boy)

