Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram
Jumat,28 Agustus 2026 | 18:08 WIB
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Search
Close
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Menu
  • BERANDA
  • BERITA
  • WISATA
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • GAYA HIDUP
  • SOSIAL
Home Headline

Gigitan Hewan Naik, Sukabumi Tambah 3 Rabies Center Baru

admin by admin
Mei 4, 2026
in Headline
0 0
0
Kantor Dinkes Kota Sukabumi, di Jalan Suryakencana, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole. Foto: Nuria Ariawan.

Kantor Dinkes Kota Sukabumi, di Jalan Suryakencana, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole. Foto: Nuria Ariawan.

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

KATASUKABUMI.com – Lonjakan kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kota Sukabumi mendorong perluasan layanan penanganan. Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 104 kasus gigitan, mendekati sepertiga dari total kasus sepanjang 2025 yang mencapai 380 kejadian.

Meski belum ditemukan kasus positif rabies, tren ini tidak bisa dianggap ringan. Penyakit ini memiliki tingkat kematian hampir 100 persen jika tidak ditangani dengan cepat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Ida Halimah, mengatakan perluasan layanan menjadi langkah mendesak.

“Sejak 2017 kita baru punya satu Rabies Center. Melihat tren gigitan yang terus ada, tahun ini kita tambah tiga lagi di puskesmas,” ujarnya kepada katasukabumi.com, Senin (4/5).

Tiga lokasi baru tersebut rencananya berada di Puskesmas Sukabumi, Baros dan Cipelang. Ia juga melanjutkan, Fenomena yang cukup mencolok, mayoritas korban gigitan justru bukan warga Kota Sukabumi. Sekitar 61 persen pasien berasal dari luar daerah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, menjelaskan bahwa kondisi ini menjadi tantangan tersendiri.

“Banyak yang datang berobat ke sini, tapi domisilinya di luar kota. Saat sudah pulang, pengawasan lanjutan jadi tidak maksimal,” jelasnya.

Denna melanjutkan, dikalangan masyarakat sendiri masih banyak yang Salah Kaprah yaitu merasa Aman Setelah Digigit. Padahal penanganan awal justru menjadi faktor paling krusial yang sering diabaikan masyarakat.

“Begitu digigit, itu bukan langsung panik ke vaksin. Yang paling penting, lukanya harus dicuci pakai sabun atau deterjen, minimal 15 menit di air mengalir,” katanya.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap sepele tahap awal ini, padahal justru di situlah risiko bisa ditekan.

“Virus rabies itu lemah terhadap deterjen. Kalau penanganan awalnya benar, risikonya bisa jauh berkurang,” tambahnya.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa semua gigitan harus berujung vaksin.

“Kalau hewan yang menggigit sudah jelas divaksin lengkap, biasanya cukup perawatan luka. Tapi kalau hewan liar atau tidak jelas statusnya, itu tidak boleh ditunda, harus langsung vaksin,” tegas Denna.

Selain itu , ia juga menambahkan, meski belum ada kasus positif, kewaspadaan tetap tinggi. Selain anjing dan kucing, kini musang mulai masuk dalam kategori hewan penular karena banyak dipelihara.

“Jenis hewan penular sekarang makin beragam. Bahkan di daerah lain, sudah ada temuan pada kelelawar. Ini yang harus diwaspadai,” ujarnya.

Di sisi lain, sambung dia, upaya eliminasi rabies tidak cukup hanya dari layanan kesehatan.

“Kalau gigitan terus terjadi, artinya pengendalian di hulunya belum optimal. Ini harus jadi perhatian bersama, tidak bisa hanya di sektor kesehatan,” tegasnya.

Tags: DinkesGigitan Hewan Penular RabiesHewankota sukabumiRabiesRabies Center Baru
Previous Post

DPRD Kota Sukabumi Ajak Insan Pers Jaga Etika di Tengah Arus Informasi Digital

Next Post

Ormas di Sukabumi Desak Penertiban Miras, Ancam Aksi Lebih Besar Jika Perda Tak Ditegakkan

Next Post
Ormas di Sukabumi Desak Penertiban Miras, Ancam Aksi Lebih Besar Jika Perda Tak Ditegakkan

Ormas di Sukabumi Desak Penertiban Miras, Ancam Aksi Lebih Besar Jika Perda Tak Ditegakkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Ketua PKC PMII Jabar Soroti Ketimpangan Pembangunan dan Dorong Kemandirian Desa
  • Iyus Yusuf: Kemerdekaan Harus Terasa dalam Kehidupan Masyarakat
  • Kabar Baik HUT ke-81 RI, 4 Narapidana Lapas Sukabumi Langsung Bebas
  • Soal Pinjaman Daerah Rp240 Miliar, DPRD Kota Sukabumi Belum Beri Lampu Hijau
  • Iyus Yusuf: Raperda Investasi Harus Beri Kepastian bagi Investor dan Manfaat bagi Masyarakat

Recent Comments

  1. Sgma mengenai Peringati Harlah Pancasila, Gusdurian Sukabumi Upacara di Pinggir Sungai
  2. Jis-Hoe-Enk mengenai 6 Orang jadi Tersangka, Tambang Emas Ilegal di Lahan Perhutani Capai Omset Rp 500 Juta per Minggu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

Ikuti Sosial Media Kami

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram

Copyright ©katasukabumi.com 2023

Add New Playlist

  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

ALAMAT/NARAHUBUNG

Jl Cemerlang Sukakarya Warudoyong Kota Sukabumi Jawa Barat

Email/Web

katasukabumi@gmail.com

redaksikatasukabumi@gmail.com

Telp/HP:  +62 857-2084-1344

IKUTI MEDSOS KAMI

Facebook Twitter Tiktok Youtube Instagram