KATASUKABUMI.com – Pemerintah Kota (Pemkot) SUkabumi saat ini masih menyusun pembuatan Sekolah Rakyat (SR) yang digulirkan oleh Pemeirntah Pusat memalui Kementrian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.
Keseriusan dalam mewujudkan SR tersebut, Pemkot Sukabumi langsung melakukan rakor dengan instansi terkait, yang di inisiasi oleh Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda).
“Belum lama ini, kita sudah melakukan pembahasan dengan beberapa perangkat daerah terkait untuk menyusun proposal yang dibutuhkan dalam mewujudkan Sekolah Rakyat di Kota Sukabumi,” ujar Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, pada Senin (6/5/2025).
Guna mendukung program SR tersebut, lanjut Asep, Pemkot Sukabumi harus menyediakan lahan untuk pembangunanya, dengan menyusun proposal yang dilakukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi.
“Dalam proposal itu, dirancang semua kebutuhan untuk membangun SR. Diantaranya, lahan, anggaran dan sumber daya manusia,” jelasnya.
Lebih lanjut Asep mengungkapkan, hasil pembahasan usulan lokasi dan lahan yang dibutuhkan dalam mendirikan SR itu sekitar 5 hektar, dengan titik lokasi di Jalan Kapitan, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu.
“Sekitar 16 April 2025, Kemensos melakukan pembahasan ususlan lokasinya. Di Kota Sukabumi membutuhkan 5 hektare dan lokasinya di Jalan Kapitan, Cikundul, Lembursitu,” paparnya.
Asep menyampaikan bahwa SR yang diusulkan oleh Pemkot Sukabumi, yakni jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Sedangkan anggarannya, bersumber dari pemerintah pusat dengan kebutuhan sekitar Rp 100 miliar. Pasalnya, SR tersebut konsepnya boarding school. Dimana, guru pengajar dan siswanya akan tinggal di asrama.
“Karena Person In Charge (PIC) Pemkot Sukabumi adalah Dinsos, makan nanti kita akan koordinasi lagi perkembangan pembangunan SR tersebut. Kita hanya merumuskan hasil dari pembahasan dengan Kemensos,” tandasnya.
Sementara itu, dikutip dari situs Kemensos RI, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus lpul) menjelaskan, SR merupakan sekolah yang akan dirintis untuk membantu pelajar tidak mampu, khususnya mereka yang masuk kelompok miskin ekstrem agar bisa bersekolah secara gratis dan berkualitas.
SR sendiri merupakan bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga. SR diharapkan menjadi model pendidikan inklusif yang mampu mengangkat anak-anak dari keluarga miskin keluar dari lingkaran kemiskinan. Program ini juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (Boy)

